Rusdi Kirana Marah, Lion Air Mau Batalkan Pembelian Pesawat Boeing?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 5 Desember 2018 15:30
Rusdi Kirana Marah, Lion Air Mau Batalkan Pembelian Pesawat Boeing?
Apa yang memicu Rusdi Kirana marah ke pihak Boeing?

Dream – Rusdi Kirana, pendiri masakapai Lion Air dikabarkan sedang mengkaji ulang pembatalan pembelian pesawat dari Boeing senilai US$22 miliar (Rp402,66 triliun).

Hal ini disebabkan oleh memburuknya hubungan Lion dengan Boeing atas tanggung jawab kecelakaan pesawat bernomor registrasi PK-LQP yang menewaskan 189 orang penumpang.

Dikutip dari South China Morning Post, Rabu 5 Desember 2018, Reuters memberitakan Cofounder Lion Air Group, Rusdi Kirana, marah karena Boeing mengalihkan perhatian dari perubahan desain.

Rusdi juga kesal karena produsen pesawat itu menyalahkan Lion Air atas kecelakaan yang terjadi.

Dalam laporan tersebut, manajemen Lion Air menolak untuk berkomentar lebih lanjut.

Untuk diketahui setiap permintaan pembatalan pesanan ini bisa menekan kinerja produsen pesawat seperti Boeing. Permintaan pembatalan pesawat akan mendorong produsen untuk bernegosiasi kepada maskapai.

Namun, sumber-sumber lainnya menyebut produsen pesawat jarang memberikan ruang untuk pembatalan sepihak.

“ Kami mengambil setiap langkah untuk sepenuhnya memahami semua aspek dari kecelakaan ini. (Kami) bekerja sama dengan tim investigasi dan semua pihak berwenang yang terlibat. Kami juga mendukung pelanggan kami yang berharga (untuk) melalui masa sulit ini,” kata juru bicara Boeing.

1 dari 2 halaman

Tanggapan Lion

Dream mencoba menghubungi manajemen Lion Air terkait kabar sang pendiri yang marah kepada Boeing dan kemungkinan pembatalan pemesanan pesawat Boeing. Pihak manajemen belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

“ Sampai saat ini, kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” kata Corporate Communication Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, ketika dihubungi Dream.

Danang mengatakan pihaknya akan mengklarifikasi kabar tersebut untuk mengetahui kebenaran informasi.

“ Lion Air akan mengklarifikasi kepada sumber berita yang dikatakan untuk mengetahui kebenaran dan persisnya seperti apa, sikap dan keinginan menyangkut informasi dimaksud,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Ketegangan Tidak Pertama Kali Terjadi

Ketegangan antara produsen pesawat dan maskapai bukan kali ini terjadi. Rival Lion Air, Air Asia Group Bhd, bersitegang dengan Airbus SE setelah pesawat Airbus A320 hilang di Indonesia pada 2014.

Meskipun Air Asia masih memesan pesawat dari Airbus, situasi tidak sepenuhnya pulih.

Maskapai ini akhirnya memilih membeli pesawat 787 dari Boeing.(Sah)

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen