Saudi Belum Beri Sinyal Buka Kembali Penerbangan Internasional

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 14 September 2020 09:12
Saudi Belum Beri Sinyal Buka Kembali Penerbangan Internasional
Keputusan tersebut akan diambil melihat perkembangan situasi penyebaran pandemi Covid-19.

Dream - Arab Saudi hingga saat ini belum memberikan sinyal akan membuka kembali penerbangan internasionalnya. Pembukaan baru bisa ditetapkan memperhatikan perkembangan dari penyebaran virus corona di seluruh dunia.

" Kami peduli pada keselamatan semua pihak dan karena itu kami mengambil semua tindakan yang diperlukan," ujar Menteri Kesehatan Saudi, Tawfiq Al Rabiah, kepada Al Ekhbariya.

Keputusan Saudi membuka kembali penerbangan internasionalnya dinantikan banyak pihak. Terutama oleh negara-negara yang memiliki penduduk Muslim. Sebab, hal itu menjadi penentu dibukanya kembali penyelenggaraan umroh.

" Selama masih ada kasus (penularan Covid-19), kami akan selalu mengevaluasi situasi yang terjadi dan akan mengambik keputusan yang tepat," kata Tawfiq.

 

1 dari 4 halaman

Menunggu Perkembangan Situasi

Lebih lanjut, Tawfiq menyatakan keputusan yang ditetapkan Kemenkes sepenuhnya didasarkan pada penyebaran virus dan situasi yang berkembang.

" Tentunya di bawah arahan dari Raja Salman (Salman bin Abdulaziz, Raja Saudi)," ucap dia.

Sejak 15 Maret, Saudi menangguhkan penerbangan internasional untuk menekan penyebaran Covid-19. Tetapi, penerbangan keluar Saudi tetap dibolehkan untuk memfasilitas warga asing yang ingin pulang ke negaranya.

Awal pekan lalu, Saudi memperpanjang visa dan izin tinggal bagi warga asing yang tidak bisa kembali ke negaranya akibat penutupan.

Sumber: Arab News.

© Dream
2 dari 4 halaman

Umroh 2020 Tunggu Sinyal Saudi Buka Penerbangan Internasional

Dream - Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, menyatakan penyelenggaraan umroh di tengah pandemi Covid-19 menunggu keputusan Arab Saudi membuka kembali penerbangan internasional. Diketahui, saat ini Saudi hanya membuka penerbangan menuju 25 negara termasuk Indonesia hanya untuk warganya yang hendak kembali.

" Pembukaan kembali penyelenggaraan ibadah umroh diharapkan dapat terwujud dalam waktu dekat," ujar Endang.

Sebelumnya, Endang mendampingi Konjen RI Eko Hartono bersama beberapa koordinator konsuler KJRI Jeddah bertemu dengan Deputi Umroh Kementerian Haji dan Umroh Saudi, Abdul Aziz Wazzan. Pertemuan tersebut membicarakan kemungkinan dibukanya kembali penyelenggaraan umroh.

 

3 dari 4 halaman

Protokol Kesehatan Masih Disusun

Sebelum umroh dibuka lagi, Endang mengatakan ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi. Persyaratan tersebut yaitu penerbangan internasional menuju Saudi dibuka kembali dan protokol kesehatan untuk umroh di masa pandemi Covid-19 sudah ditetapkan Kementerian Kesehatan Saudi.

" Ketentuan protokol kesehatan bagi jemaah umroh masih dibahas dan dikoordinasikan dengan pihak dan instansi terkait, termasuk Otoritas Penerbangan Sipil (GACA) sebagai pihak yang mengeluarkan regulasi penerbangan," kata Endang.

Endang melanjutkan otoritas Saudi juga akan melakukan pengkajian regulasi penerbangan di Indonesia. Hasil kajian tersebut dijadikan bahan untuk menentukan kebijakan pembukaan kembali penyelenggaraan umroh.

 

© Dream
4 dari 4 halaman

Belum Ada Opsi Pembatasan Kuota Jemaah Umroh

Jika sudah dibuka, kata dia, umroh ditujukan bagi semua Muslim, termasuk warga Saudi sendiri dan ekspatriat yang berada di wilayah Kerajaan. Hingga saat ini, belum ada opsi untuk memberlakukan pembatasan kuota jemaah umroh dari Kementerian Haji dan Umroh Saudi.

" Terkait kebijakan batasan usia bagi jemaah umrah masih menunggu ketentuan protokol kesehatan dari Kemenkes," kata Endang.

Pertemuan KJRI Jeddah dengan Deputi Umroh Kementerian Haji dan Umroh Saudi juga membahas masalah teknis seputar penyelenggaraan umroh. Seperti, proses visa akan diberlakukan seperti tahun lalu.

Selain itu, juga membahas pengembangan sistem teknologi informasi dan data terintegrasi antara kedeputian umroh serta soal asuransi kesehatan.

Sumber: Kemenag.

Beri Komentar