Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Foto: Oddity Central
Dream - Konten video kini semakin populer, sehingga tidak heran jika jutaan orang di seluruh dunia bekerja keras untuk membangun kariernya sebagai content creator.
Tulsi, sebuah desa kecil di negara bagian Chhattisgarh, India, telah dikenal sebagai 'Desa YouTube' karena mayoritas penduduknya bekerja sebagai content creator untuk mencari nafkah.
Dikutip dari laman Oddity Central, Minggu 2 Oktober 2022, sepertiga dari sekitar tiga ribu penduduk Desa Tulsi secara aktif membuat video dan mengunggahnya di YouTube untuk mendapatkan penghasilan.
Dulunya, para content creator ini bekerja sebagai petani. Namun ketika para petani ini mendengar bahwa beberapa rekan mereka yang membuat video dan mengunggahnya di YouTube mendapatkan penghasilan lebih besar, bahkan tiga kali lipat dari pendapatan petani, akhirnya mereka banting setir dan meninggalkan pekerjaannya di ladang untuk ikut menjadi content creator.
Kisah Tulsi menjadi Desa YouTube India dimulai dari sepasang sahabat yang masing-masing bernama Gyanendra Shukla dan Jai Verma.
Shukla awalnya bekerja sebagai network engineer sedangkan Verma bekerja sebagai guru. Keduanya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan dan beralih menjadi pembuat konten video.
Tak lama kemudian, keduanya mulai mendapatkan cukup banyak uang dari pekerjaan baru dan kabar keberhasilan mereka menyebar ke seluruh desa. Kabar tersebut menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak Shukla dan Verma.
“Saya bekerja di SBI sebelumnya, sebagai network engineer. Kantor saya memiliki internet berkecepatan tinggi dan saya biasa menonton video YouTube di sana,” kata Shukla kepada kantor berita ANI.

“Saya suka film. Pada 2011-2012, versi baru YouTube diluncurkan. Saat itu, hanya sangat sedikit saluran di YouTube. Saya tidak puas dengan pekerjaan saya. Jadi saya meninggalkan pekerjaan dan mulai dengan YouTube,” sambung Shukla.
Kini, sekitar sepertiga penduduk desa menjadi content creator. Dan platform untuk mereka berkarya tidak hanya di YouTube, melainkan juga di TikTok atau Instagram.
Content creator termuda di Desa Tulsi berusia 15 tahun sedangkan yang paling tua adalah wanita lanjut usia (lansia) berumur 85 tahun.
Kini sudah ada 40 atau lebih saluran yang berbasis di Desa Tulsi. Tema yang diangkat saluran-saluran tersebut sangat beragam, mulai dari komedi, musik, hingga pendidikan.
Salah satu kanal paling populer dari Desa Tulsi memiliki lebih dari 100.000 pelanggan di YouTube.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
