Boeing 737 MAX Tak Lagi Terbang, Rp8500 Triliun Bakal Melayang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 15 Maret 2019 08:44
Boeing 737 MAX Tak Lagi Terbang, Rp8500 Triliun Bakal Melayang
Pesawat 737 Max 8 dilarang terbang sementara di beberapa negara.

Dream – Boeing kembali terpuruk akibat kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines. Kecelakaan tragis pesawat Boeing 737 Max 8 menyebabkan 157 penumpang dan kru kabin maskapai itu tewas.

Musibah yang dialami Ethiopian Airlines hanya berselang 5 bulan dari kecelakaan Lion Air JT-610. Pesawat yang dipakai bertipe sama. 

Dua kecelakaan beruntun dalam waktu kurang dari setahun membuat banyak maskapai mempertimbangkan pembatalan pemesanan jet komersial terlaris ini.

Dikutip dari Los Angeles Times, Jumat 15 Maret 2019, kecelakaan di Addis Ababa mendorong banyak negara melarang terbang sementara untuk pesawat 737 Max 8. Lebih jauh, maskapai banyak yang berpikir untuk membatalkan pesawat ini.

Ethiopian Airlines diketahui tengah mempertimbangkan kembali pembelian pesawat senilai US$57 miliar (Rp813,72 triliun) itu.

Vietjet Aviation juga memutuskan untuk mengkaji kembali pesanan 200 pesawat senilai US$25 miliar (Rp356,89 triliun). Diikuti Kenya Airways yang dikabarkan berpaling ke Airbus A320.

Sementara itu, Utair Aviation dari Rusia meminta jaminan sebelum menerima pengiriman 30 pesawat pertama senilai US$3,65 miliar (Rp521,07 triliun).

Di Indonesia, Lion Air mencoba untuk membatalkan pesanan senilai US$22 miliar (Rp314,06 triliun) untuk 737 Max 8. Menurut sumber, maskapai ini melirik pesawat jet Airbus.

Sejak peristiwa nahas di Addis Ababa, saham Boeing melorot sampai 10,7 persen. Perusahaan ini menghadapi risiko keuangan yang meningkat setelah dua bencana yang melibatkan jet komersial dalam lima bulan terakhir.

Sekadar informasi, pesawat 737 Max 8 ini merupakan model yang laris manis. Boeing menerima lebih dari 5 ribu pesanan untuk jenis itu. Nilainya mencapai US$600 miliar (Rp8.565,49 triliun).

“ Berita jangka pendek bisa menjadi lebih buruk bagi Boeing,” kata analis Cowen and Co, Cai von Rumohr.

Rumohr tidak melihat ada potensi kerugian jangka panjang. Alasannya, perusahaan pembuat pesawat itu sudah mempersiapkan pembaruan software untuk kendali penerbangan.

“ Kami tidak melihat ada risiko jangka panjang yang berarti,” kata dia.

Bagaimana dengan maskapai? RT.com menyebut maskapai berpotensi merugi hingga miliaran dolar AS akibat larangan terbang sementara. Mereka harus mencari pengganti pesawat 737 Max 8 swecara cepat.

Maskapai penerbangan tak punya pilihan lain. Satu-satunya pesawat yang bisa dilirik sebagai alternatif jet 737 Max 8 adalah Airbus, yaitu Airbus A320.

2 dari 2 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Aher Ungkap Pemberi Izin Proyek Meikarta