Studi: Diskriminasi terhadap Berat Badan di Kantor Masih Besar

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 11 Februari 2019 09:43
Studi: Diskriminasi terhadap Berat Badan di Kantor Masih Besar
Inikah alasannya?

Dream – Diskriminasi di dunia kerja bukan hanya terjadi untuk warna kulit dan orientasi seksual, tetapi juga berat badan. Perbedaaan ini juga masih saja besar di dunia kerja.

Dikutip dari The Ladders, Senin 11 Februari 2019, sebuah studi yang dilakukan di Harvard menunjukkan ada penurunan diskriminasi di tempat keja. Kajian ini berdasarkan data yang diperoleh selama 20 tahun dan berasal dari 4,4 juta tes yang dilakukan selama 2005-2016.

Studi ini menunjukkan diskriminasi terhadap karyawan LGBT turun drastis sebesat 49 persen dan rasial 17 persen. Perbedaan perlakuan terhadap berat badan dan warna kulit hanya turun 15 persen.

Pakar psikologi Harvard University, Tessa Charlesworth, mengatakan, sering ada pembicaraan tentang orang-orang yang berbadan gemuk. Masyarakat melihat orang berbobot ekstra sebagai sesuatu yang bisa dikendalikan.

Dia berasumsi bahwa inilah yang membuat diskriminasi terhadap karyawan itu tidak turun drastis. “ Jadi, terlihat seperti penghakiman moral, ‘Baiklah, kamu hanya perlu berubah’,” kata Charlesworth.

1 dari 1 halaman

Diskriminasi terhadap Penyandang Disabilitas Juga Sama Saja

Charlesworth mengatakan, diskriminasi terhadap pegawai gemuk dengan penyandang disabilitas juga sama saja. Dalam kurun waktu 2004-2010, biasnya meningkat 40 persen.

Namun, dia tetap optimistis diskriminasi bisa berubah. Hasil studi menunjukkan sikap implisit bisa berubah pada rentan waktu tertentu. Charlesworth menyebut sikap implisit ini bisa berubah dalam jangka panjang.

“ Penelitian ini penting karena menunjukkan ada perbedaan dari asumsi sebelumnya bahwa sikap implisit adalah hal yang selalu ada di pikiran masyarakat,” kata dia.

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri