Subsidi BBM
Dream - Siapa bilang persoalan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya jadi beban pikiran negara seperti Indonesia? Negara-negara kaya muslim pun menghadapi persoalan serupa. Bimbang menghapus subsidi atau tidak.
Dari penelusuran Dream, Minggu, 11 Mei 2014, negara-negara kaya minyak seperti Kuwait, Qatar, Oman menghadapi kebimbangan menghapus subsidi BBM. Tak ketinggalan, Maroko juga terbelit masalah serupa.
" Kami harus pandai-pandai membuat perhitungan subsidi karena menyangkut masalah sosial," kata Pejabat Kementerian Keuangan Oman, Darwish al-Balushi seperti dikutip Zawya.
Menurut Darwish, pengurangan subsidi harus dijalankan karena selisih harga yang sudah terlampau tinggi.
Meski menyadari beban berat anggaran, pemerintah Oman tak bisa memastikan kapan pengurangan anggaran bisa dilakukan.
Persoalan serupa dihadapi pemerintah Kuwait. Mengutip Arabianbusiness, negara ini bahkan harus memangkas setidaknya 15 persen alokasi subsidi dalam dua tahun depan ke depan.
Kuwait selama ini mengguyur subsidi untuk BBM, energi, bahan konstruksi, dan bahan pangan hingga US$ 19,3 miliar per tahun. Alokasi subsidi BBM memakan jatah terbanyak hingga US$ 8,9 miliar.
Tingginya alokasi subsidi ini membuat lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) berteriak. Kuwait harus mengontrol alokasi subsidi jika tak mau neraca anggaran makin merah.
Kebijakan subsidi juga ditempuh pemerintah Maroko. Alasannya yang dipakai pun sederhana. Pemerintah tak mau muncul revolusi seperti dialami Mesir dan Tunisia. Maroko menggelontorkan dana subsidi untuk roti, BBM, dan listrik.
Sialnya, kebijakan ini justru membuat pengeluaran pemerintah tak terkontrol. Defisit bengkak hingga 7,1 persen dari PDB.
Mau tak mau, Maroko seperti dikutip hispanisbusiness pun memutuskan menghentikan subsidi BBM.
Negara kaya minyak yang mengalami kebingungan terkait subsidi juga melanda Iran. Pemerintah Republik Islam Iran belum lama ini memangkas anggaran subsidi BBM-nya.
Subsidi yang diberikan Iran membuat harga jual BBM di negara ini lebih rendah dari harga minyak negara OPEC. Bahkan harga BBM Iran lebih murah dari sebotol air putih.
Beruntung kebijakan pemangkasan subsidi BBM Iran kali ini tak sampai memicu kerusuhan seperti pada 2007. Pemerintah telah bersiap dengan menyiagakan sejumlah polisi di lokasi-lokasi strategis.
" Banyak pemuda yang menggunakan kendaraan untuk kesenangan, yang lain berkendara seorang diri, dan banyak masyarakat tak mau menggunakan tranportasi pubik. Kebiasaan ini harus diubah," kata pedagang, Abbas Hosseinpour seperti dikutip Qatartribune.