Kesulitan Pesan Uang Baru Rp75.000 Edisi HUT RI? Ini Penjelasan BI

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 18 Agustus 2020 14:12
Kesulitan Pesan Uang Baru Rp75.000 Edisi HUT RI? Ini Penjelasan BI
Jumlah pemesan lewat online sudah mencapai 97 persen dari kuota yang tersedia.

Dream - Bank Indonesia (BI) meluncurkan uang khusus pecahan Rp75 ribu untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-75. Cara mendapatkan uang Rp75.000 ini bisa dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pemesanan lewat aplikasi https://pintar.bi.go.id mulai 18 Agustus 2020.

Sejak pertama kali diumumkan pada HUT RI ke-75 kemarin, pemesanan uang pecahan Rp75.000 lewat aplikasi tersebut sulit dilakukan sebagian masyarakat. Jadwal penukaran ternyata sudah penuh dari tanggal 18 Agustus hingga 3 September 2020.

Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi, mengatakan penukaran dapat dilakukan masyarakat pada 18 Agustus hingga 30 September 2020 baik di Kantor Pusat BI. Masyarakat juga bisa mendapatkan uang khusus itu di 45 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia.

Tetapi pemesanan uang Rp75.000 edisi khusus kemerdekaan RI dalam 10 hari ke depan akan dibuat dengan penerapan pembatasan kuota.

" Kami sudah hitungkan bagaimana penukarannya, kita hitung durasinya, waktunya, dan tetap dalam kondisi menerapkan protokol Covid-19, maka kemarin itu kita, di aplikasi dibatasi untuk di Jakarta hari ini adalah 300, untuk masing-masing kantor BI di daerah2 itu adalah 150," ujar Rosmaya dalam konferensi pers virtual, Selasa 18 Agustus 2020.

1 dari 6 halaman

1 KTP untuk 1 Uang Khusus Rp75.000

Rosmaya mengatakan pemesanan online dibuka hingga 2 September. BI menerapkan prinsip 1 KTP untuk 1 penukaran.

" Jika sudah satu kali penukaran akan masuk database sehingga tidak bisa lagi melakukan penukaran," kata dia.

Dalam 10 hari pertama, Nurmaya mengatakan pihaknya menyiapkan kuota penukaran sebanyak 7.050. Kuota tersebut dibagi antara Kantor Pusat dan 45 Kantor Perwakilan BI yang tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia.

" Kemarin itu dari data yang ada 10 hari itu berarti 300 kali 10 untuk pusat berarti 3.000, kemudian 150 untuk 45 itu adalah 6.750, maka kita buka untuk 10 hari pertama itu adalah 7.050," kata dia.

 

 

2 dari 6 halaman

Pemesan Membludak

Menurut dia, animo masyarakat untuk memiliki uang edisi khusus Kemerdekaan RI ke-75 ini sangat tinggi. Hal ini dilihat dari hampir terpenuhinya kuota pemesanan online.

" Yang sudah mendaftar adalah sekitar 97 persen. Jadi yang sudah masuk aplikasi ini adalah 68.051," terang Rosmaya.

Masih tersisa kuota sekitar 3 persen. Menurut Nurmaya, ada beberapa Kantor Perwakilan BI yang kuota pemesanannya belum terisi.

" Ternyata ada di Sibolga, Papua, Papua Barat, Lhokseumawe, Gorontalo, dan Mamuju. Ini tentu akan menjadi evaluasi kita," kata dia.(Sah)

3 dari 6 halaman

Ini Penampakan dan Makna Gambar Uang Rp75.000 Edisi Kemerdekaan

Dream - Uang baru pecahan Rp75 ribu resmi diluncurkan. Pecahan edisi khusus itu dicetak dalam rangka memeringati hari ulang tahun ke-75 kemerdekaan Indonesia.

Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani, pencetakan uang baru ini bukan untuk peredaran secara bebas dan tersedia di masyarakat. Uang itu juga tidak dicetak untuk tambahan likuiditas kebutuhan pembiayaan atau pelaksanaan ekonomi.

Pecahan Rp75 ribu itu dicetak sebagai bentuk wujud syukur atas anugrah kemerdekaan dan pencapaian yang dilakukan selama 75 tahun Indo Merdeka. Sebab itu, pengeluaran uang rupiah ini diluncurkan bertepatan dengan peringatan kemerdekaan, 17 Agustus 2020.

" Peluncuran uang ini juga ditujukan untuk memperteguh, menjaga kebhinekaan RI dan meningkatkan semangat kita dalam menyongsong masa depan dalam mendukung momentum kemerdekaan," jelas Sri Mulyani, dikutip dari Liputan6.com.

4 dari 6 halaman

Uang baru ini dicetak dalam bentuk kertas sebanyak 75 juta lembar, yang bisa menjadi koleksi masyarakat. Sehingga total yang dicetak pemerintah senilai Rp 5,62 triliun.

Sri Mulyani menggambarkan sedikit arti gambar dari uang baru tersebut. Seperti peristiwa pengibaran bendera saat proklamasi 1945. Foto Soekarno dan Hatta memiliki filosofi sebagai pembuka dan permulaan lembaran baru bagi NKRI yang baru saja diproklamirkan.

" Momentum ini harus kita manfaatkan untuk membangun optimisme dan membangun cita-cita kemerdekaan meskipun kita tahu, kita akan dihadapkan tantangan kehidupan termasuk tantangan covid-19," jelas dia.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengungkapkan lebih detail makna filosofi yang terlukis di dalam pecahan mata uang baru pecahan Rp75 ribu.

5 dari 6 halaman

Secara keseluruhan, mata uang edisi peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia ini dikaitkan dengan 3 M yakni mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kebinekaan dan menyongsong masa depan gemilang.

" Tema filosifis 3 M ini digambarkan melalui desain mata uang yang meliputi halaman muka bermakna mensyukuri kemerdekaan," kata dia.

Bentuk syukur terlukis melalui gambar yang tertera di mata uang Rp 75.000. Yakni peristiwa pengibaran bendera pada saat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.

Uang Rp75 ribu© Liputan6.com

Menampilkan foto proklamator Soekarno-Hatta serta gunungan. Di mana gambar tersebut memiliki filosofi sebagai pembuka dan permulaan lembar baru bagi negara kesatuan Republik Indonesia yang baru saja diproklamasikan.

Serta berbagai pencapaian pembangunan selama 75 tahun kemerdekaan Indonesia digambarkan dengan jembatan, MRT, LRT dan tol Trans Jawa.

6 dari 6 halaman

Sementara gambar di belakang bemakna memperteguh kebhinekaan dengan anak-anak berpakaian adat mewakili wilayah barat tengah dan timur NKRI.

" Serta motif tenun nusantara diwakilin greensing Bali, batik kalung jawa dan motif songket Sumatera Selatan. Yang gambarkan kebaikan keanggunan dan kesucian," jelasnya.

Uang Rp75 ribu© Liputan6.com

Kemudian halaman belakang bermakna menyongsong masa depan gemilang pada era digital. Di mana digambarkan dengan satelit merah putih sebagai jembatan komunikasi NKRI.

" Era global dengan peta Indonesia emas, bola dunia gambarkan peran strategis Indonesia dalam kancah global, serta anak anak Indonesia yang digambarkan SDM unggul era Indonesia maju

Beri Komentar