Survei Buktikan 90% Karyawan Ingin Bekerja dari Rumah Usai Pandemi Berakhir

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 2 Mei 2020 13:01
Survei Buktikan 90% Karyawan Ingin Bekerja dari Rumah Usai Pandemi Berakhir
Pandemi corona membuat karyawan bekerja dari rumah.

Dream – Pembatasan Sosial Berskala Besar ala Singapura yang dikenal sebagai circuit breaker membuat para pekerja bekerja dari rumah. Uniknya, ketika kebijakan ini berakhir mayoritas warga negara tersebut tetap ingin bekerja dari rumah.

Dikutip dari Straits Times, Minggu 3 Mei 2020, survei yang digelar oleh Engagerocket dan Singapore HR Institute dan Institute for HR Professional menunjukkan 90 persen karyawan tetap ingin melanjutkan bekerja dari rumah.

Dari 2.700 responden, ada 10 persen yang mengatakan ingin tetap bekerja dari rumah selama seperempat dari jam kerja mereka di kantor.

Sementara itu, ada 35 persen yang ingin bekerja dari rumah selama separuh dari jam kerja dam 33 persen ingin sepertiganya.

Ada pula 12 persen responden yang berharap bisa sepenuhnya bekerja dari rumah. Sementara 10 persen dari warga yang diteliti mengaku sudah tak ingin lagi menjalani sistem bekerja dari rumah. 

1 dari 2 halaman

Produktivitas Menurun dan Ini Penyebabnya

Survei ini dilakukan untuk meningkatkan rasa kesejahteraan karyawan. Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas pengaturan kerja dari rumah. Terlepas dari kesediaan karyawan bekerja dari rumah, hampir setengah responden melaporkan produktivitas mereka menurun saat bekerja dari rumah.

Alasan yang diberikan untuk produktivitas yang lebih rendah ini sama-sama terbagi di antara aspek praktis bekerja dari rumah. Misalnya, kehadiran anggota keluarga, harus bekerja berjam-jam lebih lama dari biasanya, dan ketidakmampuan untuk mengakses sumber daya yang seharusnya mereka miliki di kantor.

Pendiri Engagerocket, Leon Chee Tung, mengatakan karyawan telah beradaptasi untuk bekerja dari rumah. Upaya untuk meningkatkan produktivitas akan menjadi tantangan setelah pandemi berlalu.

2 dari 2 halaman

Pandemi Pengaruhi Mental Karyawan

Survei juga menunjukkan bahwa pandemi telah mempengaruhi kesejahteraan mental karyawan. Hal ini ditandai dengan 26 persen dari semua responden mengatakan bahwa tingkat stres mereka lebih tinggi dari normal.

Alasan utama untuk ini adalah kekhawatiran mereka terhadap dampak ekonomi dan kesehatan Covid-19, risiko anggota keluarga terinfeksi, dan kekhawatiran bahwa bekerja dari rumah akan berdampak negatif terhadap produktivitas dan kinerja mereka.

Direktur Eksekutif SHRI, Alvin Goh, mengatakan ini mencerminkan kebutuhan yang lebih besar bagi perusahaan untuk membantu karyawan dalam mengatasi tekanan yang dihadapi saat ini. “ Tanpa kesehatan mental yang positif, hampir tidak mungkin untuk mewujudkan potensi penuh seseorang, bekerja secara produktif, atau menangani stres,” kata Alvin Goh. 

Beri Komentar