Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lustrasi Dollar AS
Dream - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa (Cadev) hingga akhir Juni 2015 mencapai US$ 108 miliar. Posisi ini berkurang US$ 2,8 miliar dibandingkan akhir Mei 2015 sebesar US$ 110,8 miliar.
Berkurangnya dana tabungan pemerintah Indonesia ini dipicu peningkatan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah. BI mencatat tagihan bersih kepada pemerintah pusat pada akhir Juni 2015 mencapai Rp 89,089 triliun.
BI juga mengalokasikan dana devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya. " Guna mendukung terjagangan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," katanya BI dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 8 Juli 2015.
Untuk operasi terbuka kali ini, bank sentral menguras dana hingga Rp 214,93 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya Rp 221,64 triliun.
Dengan perkembangan tersebut, BI menjamin posisi cadangan devisa hingga pertengahan tahun tersebut masih cukup membiayai 7 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Posisi Cadev ini juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Bank sentral di Tanah Air ini juga menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya