2020, Semua Pekerjaan Kantor Digarap dari Rumah

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 2 Agustus 2014 14:02
2020, Semua Pekerjaan Kantor Digarap dari Rumah
Teknologi dan beberapa pergeseran mendasar dalam pemikiran manajemen berada di balik fenomena ini

Dream - Meggarap tugas kantor dari rumah kemungkinan bakal menjadi hal umum di dunia bisnis dalam enam tahun ke depan. Survei terbaru dari London Business School memperlihatkan, fenomena bekerja dari rumah setidaknya dilakukan oleh 50 persen angkatan kerja global pada 2020.

" Lebih dari setengah dari kita akan bekerja dari jarak jauh pada tahun 2020," kata para eksekutif, pengusaha dan akademisi bisnis yang bertemu di Global Leadership Summit baru-baru ini.

Informasi terbaru ini kemungkinan tak berlaku bagi para pekerja di kawasan Jazirah Arab. Masalahnya, jumlah responden dari negara-negara Teluk sangat minim yaitu dua persen dari Timur Tengah. Jumlah responden terbanyak justru berasal dari pekerja Inggris yang mengatakan, tren bekerja dari luar kantor akan menjadi gaya hidup pada 2020.

Disinggung mengenai persentase karyawan full time akan bekerja di perusahaan dari jarak jauh pada tahun 2020, sebanyak 34 persen perusahaan mengatakan lebih dari setengah pekerjanya akan melakukan hal itu. Sementara 25 persen responden mengatakan lebih dari tiga-perempat pekerja mereka tidak akan bekerja di kantor secara tradisional.

" Teknologi dan beberapa pergeseran mendasar dalam pemikiran manajemen berada di balik fenomena ini," kata Adam Kingl, Director of Learning Solutions, Executive Education of London Business School seperti dikutip Dream dari laman Emirate247.

Para pemimpin perusahaan mengakui bahwa tradisi bekerja yang diwarnai dengan kebiasaan datang terlambat ke kantor pelan-pelan akan terkikis. Meski bekerja di luar kantor, para pekerja masih tetap akan bertemu secara fisik untuk saling menginspirasi dan berbagi.

Setelah Inggris, mayoritas responden yang percaya bahwa bekerja dari rumah akan segera menjadi hal umum berasa dari negara Eropa lainnya (27 persen) diikuti oleh Asia, Australia, Amerika Serikat dan Kanada - masing-masing 6 persen. Hanya 4 persen responden berasal dari Afrika dan Amerika Latin.

Beri Komentar