Tak Menyerah Karena Pandemik, Sarjana Teknik Pilih Jualan Teh Keliling

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 30 November 2020 07:12
Tak Menyerah Karena Pandemik, Sarjana Teknik Pilih Jualan Teh Keliling
Pandemi Covid-19 membuatnya susah mendapat kerja.

Dream – Tahun 2020 benar-benar era yang tak bisa diprediksi dan membuat segala rencana yang sudah disusun rapi menjadi berantakan. Sebagian orang bisa jadi berencana membeli properti dan lainnya ingin menikah. Tapi, semuanya berubah ketika pandemi Covid-19 menyerang.

Di saat penuh tantangan inilah keteguhan seseorang diuji. Apakah dia akan menyerah dengan keadaan atau membuat gebrakan dengan menyesuaikan pada perubah yang terjadi. 

Seorang warganet Facebook bernama Jack Tan, membagikan unggahan tentang cerita seorang lulusan UNITEN, Malaysia, yang memilih jalan pertama. Dia tak mau menyerah meski kini harus berjualan teh masala (teh rempah-rempah dari India) di Brickfields, Kuala Lumpur, Malaysia.

Cerita ini diunggah di grup Facebook UnderMYPayung—grup yang mendukung bisnis kecil selama pandemi Covid-19 sehingga mereka bisa bertahan.

Dikutip dari World of Buzz, Senin, 30 November 2020,  pemilik gelar sarjana itu bernama Kavie. Dia adalah seorang sarjana Teknik Mesin. Selama pandemi, dia tak bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. Tapi, Kavie tak mau patah arang.

Kavie berbalik arah dan menyimpan sementara bekal ilmu selama kuliah dengan berjualan teh masala. Dia mengaku suka minum dan membuat minuman khas tersebut.

Pria itu meraih sepeda dan berjualan teh dengan berkeliling. Dikatakan bahwa ide ini berasal dari India yang para penjualnya menjajakan apa pun dengan bersepeda.

Pria ini hanya berjualan di Brickfields pada pukul 15.00-17.00 setiap hari. Menariknya, teh ini terjual 200 cangkir per hari. Lantas mengapa hanya berjualan pada sore hari? Kavie menjawab itu adalah waktunya orang-orang untuk minum teh.

 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.  

1 dari 1 halaman

Tajir Melintir, Pemilik Perusahaan Pembuat Vaksin Covid-19 Ini Tak Punya Mobil

Dream – Ugur Sahin menjadi sorotan publik berkat vaksin Covid-19 yang diproduksi perusahaannya, BioNTech, dan Pfizer. Calon vaksin ini diklaim efektif 90 persen untuk melindungi tubuh dari infeksi corona. Capaian ini tentu membuat kekayaan Sahin terdongkrak.

Dikutip dari Forbes, Sabtu 14 November 2020, Sahin tercatat memiliki kekayaan senilai total US$4,2 miliar (Rp59,5 triliun). Meskipun tajir, ada yang menarik dari Sahin dan sang istri—cofounder BioNTech—Ozlem Tureci.

Pasangan ini tidak memiliki mobil, padahal termasuk dalam 100 orang kaya Jerman—berdasarkan media Jerman, Welt am Sonntag.

“ Saya tidah punya mobil,” kata Sahin kepada Washington Post, dikutip Dream.

 

© Dream

Bahkan, dia tidak berencana untuk membeli pesawat. Pria ini mengayuh sepeda untuk pergi ke kantor setiap hari.

“ Perubahan hidup itu adalah memberikan suatu dampak di bidang medis,” kata Sahin.

Sekadar info, hasil positif dari vaksin Covid-19 ini membuat pasar global menggeliat dan saham perusahaan menanjak. Ya, BioNTech, perusahaan farmasi ini membuat vaksin dengan teknologinya dan membawanya ke pasar.

Saat pandemi ini, vaksin ini ibarat kebutuhan dan punya potensi yang besar.

Beri Komentar