Tak Lagi Gratis, Warga Jakarta Bayar PBB Lagi Mulai 2020

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 23 April 2019 17:16
Tak Lagi Gratis, Warga Jakarta Bayar PBB Lagi Mulai 2020
Batas terakhir PBB Gratis akan berakhir pada 31 Desember 2019.

Dream - Warga DKI Jakarta yang memiliki lahan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di bawah Rp1 miliar siap-siap menambah pengeluaran pada tahun depan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutuskan pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mulai tahun 2020.

Keputusan itu dipastikan setelah keluarnya Pergub Nomor 38 Tahun 2019 tentang Pembebasan PBB-PP. Payung hukum itu merevisi Pergub Nomor 259 Tahun 2015 tentang Pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi rumah dan rusun dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sampai dengan Rp 1 miliar.

Dalam d Pasal 4A Pergub 38 disebutkan, pembebasan PBB hanya berlaku sampai 31 Desember 2019 atau akhir tahun ini.

" Yang penting pada tahun 2019 itu tetap dibebaskan. Itu dulu yang penting," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019) dikutip Dream dari Liputan6.com.

 

1 dari 2 halaman

Anies Sebut Banyak Objek Pajak Tak Sesuai

Menurut Anies, Pemprov tengah mendata kembali objek-objek pajak yang ada di Jakarta. Sebab, Anies Baswedan menilai terdapat sejumlah objek pajak yang dibebaskan tidak sesuai dengan semestinya.

" Termasuk tempat-tempat yang disebut sebagai rumah tinggal, tetapi dalam praktiknya kegiatan komersial itu terjadi, kos-kosan, warung," jelasnya.

Sebelumnya, kebijakan pembebasan PBB terhadap rumah dengan NJOP di bawah Rp 1 miliar dilakukan sejak kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

 

2 dari 2 halaman

Alasan Ahok Sempat Hapus PBB Jakarta

Saat itu, Ahok menyebut kebijakan itu berawal dari keprihatinan terhadap warga Jakarta, yang ternyata masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan. Terlebih, kalau menggunakan ukuran Kebutuhan Hidup Cukup (KHC).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kata Ahok kala itu, angka kemiskinan bila penghasilan di bawah 2.500 kalori atau Rp 450 ribu per bulan, berbanding jauh dengan KHC yang digunakan Pemprov DKI, yakni Rp 2,7 juta.

" Makanya saya minta agar survei Kebutuhan Hidup Cukup. Nah, keluarlah angka di Jakarta, 17% orang hidup di Jakarta di bawah KHC itu sendiri. Kalau dia punya istri, anak, rumah, inflasi, transport," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu, 9 September 2015. (Sah, Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen