Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Konferensi Pers Telkom Soal Satelit Telkom 1 (Dream.co.id/M Ilman Nafi'an)
Dream - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memperkirakan proses migrasi pelanggan satelit Telkom 1 yang menyebabkan gangguan pada akses perbankan dan korporasi swasta akan rampung dua pekan mendatang, tepatnya pada 10 September 2017.
Satelit Telkom 1 diketahui mengalami masalah sejak Jumat, 25 Agustus 2017. Gangguan akibat anomali itu mengakibatkan terganggunya layanan satelit tersebut, terutama pada sejumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Direktur Utama Telkom, Alex Janangkih Sinaga, mengatakan sejumlah pelanggan baik instansi pemerintah, pelayanan publik seperti perbankan dan korporasi swasta mengalami gangguan. Penyebabnya, Telkom 1 terdeteksi mengalami anomali.
" Pada tanggal 25 Agustus jam 16.51 sudah mulai terdeteksi di operasional center di Cibinong adanya anomali atas Telkom 1 dan kualitasnya perlahan menurun sehingga menjelang Maghrib semua layanan yang dilayani di Telkom 1 off," kata Alex di kantornya, Jakarta, Senin, 28 Agustus 2017.
Menurut Alex, pihaknya kini tengah melakukan migrasi layanan dari sateltik Telkom 1 ke satelit Telkom 2 dan Telkom 3s. Dia menjanjikan proses migrasi tahap pertama selesai pada 30 Agustus nanti dan secara kesuluruhan rampung pada 10 September.
" Sekarang baru selesai 17 persen diharapkan selesai pada 10 September 2017," ucap dia.
Lamanya proses migrasi tersebut lantaran dari jumlah 63 pelanggan, delapan di antaranya merupakan provider VSAT. Delapan pelanggan ini memiliki 12.030 site sehingga total ground segment berjumlah 15.000 site.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya