Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ciputra (kanan) Memegang Tiga Prinsip Dalam Membangun Kesuksesan. (Foto: Liputan6.com)
Dream - Ciputra terkenal sebagai taipan properti. Bermodal Rp10 juta, dia bisa mengembangkan bisnis properti hingga beraset Rp5 triliun.
Selama menjalankan bisnisnya, Ciputra menjalankan tiga prinsip yang dikenal sebagai IPE, yaitu integritas, profesionalisme, dan entrepreneuship.
Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 27 November 2019, yang pertama adalah integritas, yang merupakan fondasi yang penting untuk membangun kesuksesan. Prinsip ini penting menjadi dasar dalam menjalin hubungan kepercayaan.
“ Integritas adalah moral dan kejujuran, manusia itu ada soul. Yang menjadi dasar segalanya karena itu dari Tuhan yang diharapkan,” kata dia dalam acara “ 5th Annual Jakarta Marketing Week 2017” di Jakarta.
Jika moral, integritas, dan kejujuran terganggu, lanjut Ciputra, itu akan sulit diperbaiki. “ Itu merupakan branding kita, yang tidak ada kompromi,” kata dia.
Kedua, profesionalisme. Ini mencakup keahlian dan bermacam-macam wujudnya, seperti teknologi.
Yang ketiga, entrepreneurship. Ciputra mengatakan entrepreneurship atau kewirausahaan merupakan bagian penting untuk memangkas kesenjangan antara kaya dan miskin.
Dia menjelaskan ada bermacam-macam cara untuk memangkas kesenjangan. Di antaranya adalah pendidikan dan pelatihan pada buruh. Dengan begitu, keahlian, produktivitas, serta pendapatan akan meningkat.
Menurut Ciputra, pendidikan dan pelatihan merupakan jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh ukuran kinerja mereka tetap diukur berdasarkan kepada upah minimun.
" Yang benar dapat mengatasi kesenjangan tersebut adalah entrepreneurship," kata dia.
Ciputra mengatakan entrepreneurship merupakan usaha untuk memberikan nilai tambah. “ Kaki lima bukanlah entrepreneurship, buka toko kelontong tak ada nilai tambah. Entrepreneurship, menurut kami, mengubah sampah menjadi emas,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Arthur Gideon)
Dream - Kabar duka datang dari Ciputra Group. Pendiri sekaligus ketua Ciputra Group, Ciputra, meninggal dunia di Singapura.
Ciputra meninggal dunia hari ini, Rabu 27 November 2019, pukul 01.05 waktu Singapura.
" Telah meninggal dunia dengan tenang, Bapak Ir Ciputra, Chairman dan Founder Ciputra Group di Singapore pada tgl 27 November 2019 pk 1:05 waktu Singapore," ujar Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Rika Lestari, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com.
Rika mengatakan jenazah akan dibawa ke Jakarta untuk dimakamkan. Jadwal pemakaman akan diberitahukan lebih lanjut setelah jenazah tiba.
" Kami keluarga besar Ciputra Group mengucapkan turut berduka yang mendalam dan mendoakan semoga Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi kedukaan ini," ujar dia.
(Sumber: Liputan6.com/Nurmayanti)
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4120329/pengusaha-ciputra-meninggal-dunia-di-singapura
Dream - Di dunia bisnis, nama Ciputra sudah tak asing lagi. Pria kelahiran 1931 ini terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses.
Menariknya, Ciputra merintis usahanya dengan modal awal Rp10 juta.
Ciputra lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, pada 24 Agustus 1931. Dia adalah arsitek kelahiran Sulawesi Tengah dengan nama Tjie Tjin Huan dan berasal dari keluarga yang sederhana.
Sejak menjadi mahasiswa jurusan arsitektur di Institut Teknologi Bandung (ITB), pria ini sudah merintis bisnis. Dia mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan yang berkantor di garasi.
Selain menyelesaikan kuliahnya di ITB dan meraih gelar insinyur, Ciputra pindah ke Jakarta. Pada tahun 1961, Ciputra mendirikan Jaya Group dengan bermodalkan hanya Rp10 juta. Kini, total asetnya mencapai Rp5 triliun.
Taipan properti ini punya 100 anak perusahaan di bidang properti dan karya-karya besar di 11 kota di Indonesia.
Di tahun 1961, Ciputra mendirikan Jaya Group dengan bermodalkan hanya Rp 10 juta. Namun kini memiliki total aset yang dimilikinya mencapai Rp 5 triliun.
Bertemu dengan Sudono Salim, Sidwikatmono, Budi Brasali, dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group. Perusahaan ini membangun perumahan mewah di Pondok Indah, Jakarta, dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai di Serpong, Banten. Di Metropolitan Group, Ciputra menduduki posisi presiden komisaris.
Kemudian, Ciputra mendirikan perusahaan keluarga, Ciputra Group. Pada 1997, krisis ekonomi terjadi dan berdampak kepada bisnis Ciputra. Dia membawa perusahaannya berekspansi ke dalam dan ke luar negeri.
Ciputra kini memiliki 100 anak perusahaan di bidang properti dan punya karya besar di 11 kota di Indonesia.
(Sumber: Liputan6.com)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?