Terbongkar, Alasan Susah Beli Barang di Flash Sale Tokopedia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 28 Agustus 2018 17:15
Terbongkar, Alasan Susah Beli Barang di Flash Sale Tokopedia
Tak ada ampun. Manajemen Flash Sale langsung memecat oknum pegawai culas itu.

Dream – Program flash sale Tokopedia pada 15-17 Agustus 2018 lalu menjadi buah bibir. Program yang dinantikan pecinta online shopping karena barang dijual murah ini diduga diwarnai aksi kecurangan.

Publik semakin kesal karena pelaku aksi culas itu ternyata oknum dari karyawan perusahaan sendiri. 

Dikutip dari akun Facebook Tokopedia, @tokopedia, Selasa 28 Agustus 2018, e-commerce ini telah melakukan audit internal terhadap kasus flash sale ini. Hasilnya, ditemukan ada kecurangan yang dilakukan oleh oknum karyawan.

Bukan satu atau dua barang saja, oknum karyawan itu melakukan pelanggaran transaksi terhadap 49 produk yang dijual selama flash sale.

“ Kami sangat menyesal ketika mendapati ada beberapa karyawan kami yang telah gagal menjalankan nilai-nilai perusahaan,” tulis perusahaan.

 

1 dari 3 halaman

Langsung Dipecat

Manajemen Tokopedia memutuskan memecat karyawan-karyawan yang terlibat. Perusahaan menegaskan tak memberi toleransi bagi karyawan yang berbuat curang.

“ Setelah menemukan fakta tersebut, hari Jumat, tanggal 24 Agustus, Tokopedia telah secara efektif memberhentikan seluruh karyawan yang terlibat pada pelanggaran kebijakan perusahaan tersebut,” tulis perusahaan.

Sayangnya tak dijelaskan jumlah karyawan yang didepak dari perusahaan.

Perusahaan juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran dan aturan ini tak berlaku untuk satu kasus. Sanksi akan diberikan setelah proses audit interanal secara rutin.

“ Titipan kepercayaan merupakan amanah dan tanggung jawab yang kami jaga dengan sepenuh hati, setiap harinya,” tulis perusahaan.

2 dari 3 halaman

Tokopedia Diguyur Modal Rp14 Triliun, Mau Dipakai Apa?

Dream – Tokopedia baru ketiban rezeki runtuh. Perusahaan e-commerce ini mendapatkan suntikan dana dari perusahaan raksasa China, Alibaba Group, sebesar Rp14 triliun. 

CEO Tokopedia, William Tanuwijaya mengatakan dana triliunan tersebut rencananya akan dipakai untuk membangun pusat riset terbesar di Asia Tenggara.

“ Akan dibangun pusat riset yang lebih besar di Indonesia, pusat riset yang baik di Asia Tenggara,” kata William, di Jakarta dalam paparannya, Jumat 18 Agustus 2017.

Menurut William, pusat riset itu nantinya akan menjadi tempat berkumpul talenta terbaik yang bisa membawa perusahaan ke panggung dunia.

Selain pusat riset, dana investasi ini juga akan dialokasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Tokopedia dan mempermudah mitra perusahaan untuk mengembangkan usahanya.

“ Dana ini dipakai untuk akselerasi pertumbuhan lebih dari dua juta merchant dan membuka lapangan kerja baru di Indonesia,” kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Dijadikan Guru

Lebih jauh, William mengungkapkan perusahaan memang tengah fokus pada dua upaya pengembangan Tokopedia di masa depan. Kedua target besar itu adalah membuat masyarakat Indonesia dari Sabang-Merauke bisa mendapatkan layanan e-commerce yang sama dengan di kota-kota besar serta mengembangkan ekonomi di daerahnya.

Masuknya Alibaba Group sebagai salah satu pemegang saham perusahaan juga akan dimanfaatkan Tokopedia untuk berguru di bidang perdagangan elektronik. 

“ Bagi kami ini adalah milestone karena kami bisa belajar dari sosok guru yang kami anggap sebagai role model,” katanya.

William memandang Alibaba berhasil mengembangkan marketplace secara global. E-commerce yang didirikan oleh Jack Ma ini juga telah banyak makan asam garam di sektor bisnis digital ini. “ Kami yakin kerja sama ini bisa mengakselerasi misi kami untuk memeratakan ekonomi secara digital,” kata dia. (Sah)

Beri Komentar