Transaksi Rp21 Triliun, Ini Daftar Dompet Digital Terpopuler di Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 14 Agustus 2019 16:12
Transaksi Rp21 Triliun, Ini Daftar Dompet Digital Terpopuler di Indonesia
Siapa yang menduduki peringkat pertama?

Dream – Penggunaan layanan mobile payment semakin populer di Indonesia. Seiring pertumbuhan smartphone yang pesat smartphone yang mencapai 70 persen dalam lima tahun terakhir, masyarakat semakin banyak bertransaksi lewat aplikasi e-wallet atau dompet digital.

Mengutip data Bank Indonesia, Indonesia sudah memiliki 38 aplikasi e-wallet yang telah mendapatkan lisensi resmi. Sepanjang 2018, transaksi e-wallet di Indonesia dilaporkan mencapai angka US$1,5 miliar (Rp21,57 triliun).

Diprediksi transaksi dompet elektronik akan meningkat menjadi US$25 miliar atau sekitar Rp359,54 triliun.

Dengan tren transaksi mobile yang semakin meningkat, siapakah dompet digital yang paling populer di Indonesia?

Menggandeng App Annie, iPrice Group merangkum olahan data tentang aplikasi dompet digital paling populer di Indonesia. Datanya berasal dari jumlah penguna aktif bulanan dan unduhan aplikasi.

1 dari 6 halaman

Gopay Merajai Dompet Digital di Indonesia

Dari olahan itu, tercatat banyak pemain lokal di industri teknologi finansial (Fintek) Indonesia yang menjadi aplikasi dompet digital terbaik.

Berdasarkan data kuartal II-2019, lima besar aplikasi e-wallet dengan pengguna aktif bulanan terbanyak masih diduduki oleh pemain lokal yaitu Go-Pay, OVO, DANA, LinkAja, dan Jenius.

Sama halnya dengan jumlah download aplikasi, aplikasi e-wallet lokal berhasil menduduki peringkat 5 teratas dengan Go-Pay pada urutan pertama, OVO di posisi kedua, diikuti oleh DANA peringkat ketiga, LinkAja peringkat keempat dan iSaku urutan kelima.

Sekadar informasi, Gopay merupakan salah satu produk dari Gojek dan menjadi aplikasi dompet digital dengan pengguna terbanyak di Indonesia. Berdasarkan Medium, ada 30 persen total transaksi elektronik di Indonesia berasal dari Gopay.

Pada Februari 2019, Gopay menyentuh angka transaksi sebesar US$6,3 miliar (Rp90,6 triliun). Sebanyak 70 persen transaksi di Gojek mengunakan Gopay.

2 dari 6 halaman

DANA Stabil di Top 5 Sejak 2018

Sebagai pendatang baru, DANA langsung unjuk gigi. Pada 2018, dompet digital ini langsung memperkenalkan layanan berbasis open platform. 

Berdasarkan data Riset iPrice Group, DANA memiliki pengguna aktif bulanan yang relatif stabil sejak Kuartal IV-2018 hingga Q2-2019.

DANA berhasil naik satu peringkat di kuartal 2-2019 menggantikan LinkAja di posisi ketiga. Berbeda dengan jumlah download aplikasi, DANA turun satu peringkat ke posisi 3 digantikan oleh OVO pada kuartal II-2019.

DANA merupakan layanan aplikasi e-wallet hasil kerjasama Emtek group dan Ant Financial juga merupakan aplikasi e-wallet resmi yang bisa digunakan untuk transaksi di e-commerce Bukalapak melalui BukaDompet.

3 dari 6 halaman

Pengguna OVO Terus Meningkat Sejak 2017

OVO, aplikasi e-wallet milik Lippo Group berhasil menduduki peringkat kedua berdasarkan jumlah download aplikasi di Kuartal II-2019. OVO bisa digunakan sebagai metode pembayaran untuk transaksi offline di Matahari Department Store and Lippo Mall.

Untuk transportasi, OVO merupakan metode pembayaran di Grab Indonesia, melebarkan kerja sama OVO juga menggandeng e-commerce unicorn Indonesia, Tokopedia dengan OVO Cash.

Kerja sama yang dilakukan oleh OVO dengan Tokopedia merupakan satu langkah besar untuk meningkatkan jumlah pengguna OVO di Indonesia. Berdasarkan data Map of Ecommerce Indonesia kuartal I-2019 Tokopedia menduduki peringkat pertama di platform iOS dan Android.

Jika melihat grafik perkembangan OVO, jumlah download aplikasi menurun dari peringkat ke-2 ke peringkat ke-3 di kuartal I-2018, tapi untuk pengguna aktif bulanan OVO meningkat satu peringkat di kuartal I-2018 mengalahkan LinkAja. 

Kerja sama OVO dengan Lion Air Group juga meningkatkan pengguna OVO. Kerja sama ini memberi keuntungan tambahan pada pelanggan OVO dengan mendapatkan loyalty points 20 ribu setara Rp20 ribu setiap menggunakan maskapai penerbangan Wings Air, Batik Air dan Lion Air.

4 dari 6 halaman

LinkAja Terus Perluas Merchant

LinkAja, aplikasi e-wallet gabungan berbagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yaitu T-Cash milik Telkomsel, Mandiri e-cash milik Bank Mandiri, UnikQu milik BNI, T-Money milik Telkom dan T-Bank milik BRI. Migrasi ini dimulai sejak 30 Juni 2019, LinkAja resmi menjadi saingan Go-Pay dan OVO yang sudah lebih dulu terjun di dunia fintech, dengan total 22 juta pengguna yang sudah terdaftar.

Grafik pengguna aktif bulanan LinkAja terlihat stabil meskipun terjadi penggabungan beberapa aplikasi e-wallet dan e-money pada kuartal II-2019. Berdasarkan riset iPrice, LinkAja bertahan di posisi ketiga dari kuartal II-2018 hingga kuartal I-2019.

Untuk data jumlah download aplikasi, terjadi penurunan pada kuartal IV-2018, LinkAja yang saat itu masih dalam aplikasi T-Cash turun dua peringkat disalip oleh OVO dan DANA yang memang sedang gencar melakukan promosi cashback pada kuartal itu.

LinkAja dikabarkan akan berkolaborasi dengan Go-Jek agar bisa digunakan sebagai alternatif pembayaran selain Go-Pay dalam aplikasi Go-Jek.

5 dari 6 halaman

10 Dompet Digital dengan Unduhan Terbanyak

Berikut ini adalah aplikasi dompet digital dengan jumlah unduhan terbanyak berdasarkan data Q2 2019.

1. Gopay

2. OVO

3. DANA

4. LinkAja

5. iSaku

6. Jenius

7. Go Mobile by CIMB

8. Paytren

9. Sakuku

10. DOKU

6 dari 6 halaman

10 Dompet Digital dengan Pengguna Aktif Bulanan Terbanyak

Berikut ini adalah 10 aplikasi dompet digital dengan pengguna aktif bulanan terbanyak.

1. Gopay

2. OVO

3. DANA

4. LinkAja

5. Jenius

6. Go Mobile by CIMB

7. iSaku

8. Sakuku

9. DOKU

10. Paytren

(Artike ini adalah kerja sama antara Dream dengan iPrice)

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo