Sepanjang 2018, Zara Tutup 355 Toko, H&M 140 Toko

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 13 Agustus 2019 17:43
Sepanjang 2018, Zara Tutup 355 Toko, H&M 140 Toko
Ada ratusan toko ritel yang ditutup oleh brand-brand fesyen ini.

Dream – Tren belanja mulai bergeser dari toko konvensional menjadi online. Tren ini juga berlaku bagi belanja fesyen, misalnya H&M dan Zara.

Dua raksasa fashion ini mulai menutup toko ritel untuk mengembangkan sayap di online.

Dikutip dari Hypebae, Selasa 13 Agustus 2019, Hennes & Mauritz yang memiliki brand H&M, Monki, dan Weekday mulai menutup toko fisik. Ini juga dilakukan oleh Inditex, pemilik brand Zara.

Menurut Fortune, H&M mengalami masa-masa sulit pada 18 bulan terakhir. Ritel ini menutup 140 toko pada 2018 dan terus akan melanjutkan penutupan lagi.

Sementara, Zara juga menutup 355 toko pada 2018 dan akan menutup 250 lainnya. Tapi, ritel Spanyol ini bertujuan untuk membuka 300 lebih toko.

Meskipun dua perusahaan ini siap menutup toko offline, sejumlah toko diperkirakan tumbuh. H&M dan Inditex siap-siapo merogoh kantong untuk membuka toko online.

Inditex telah membuka toko online di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Libanon, Mesir, Israel, Serbia, dan Indonesia.

H&M juga berjanji akan mengembangkan platform e-commerce, termasuk navigasi serta pengiriman.

1 dari 4 halaman

Tahu Berapa Banyak Pakaian Tak Laku H&M? Dijamin Bikin Kaget

Dream – Meski bermerek dunia, tak selamanya lho busana yang dipajang di etalase toko habis terjual. Lihat saja nasib yang dialami perusahana fashion ritel, H&M. 

Tumpukan pakaian dan aksesoris di gudang-gudang H&M dilaporkan menumpuk dan jumlahnya meningkat 7 persen dari tahun lalu. Mau tahu nilainya? Diperkirakan mencapai US$4,3 miliar atau setara Rp59,17 triliun.

Dilansir dari NY Times, Kamis 29 Maret 2018, stok tumpukan baju ini diketahui dari laporan triwulanan pada Selasa, 27 Maret 2018.

Laporan ini membuat orang mempertanyakan, apakah perusahaan mampu beradaptasi dengan persaingan ketat dan mengubah permintaan konsumen untuk membentuk kembali pasar pakaian global.

Tanda-tanda persediaan tidak terjual yang meluas, mulai muncul tahun lalu, ketika melaporkan penurunan penjualan kuartalan yang tidak terduga.

Penurunan ini pertama kali terjadi dalam dua dekade terakhir. Selain gaya beli konsumen yang berubah, ritel ini juga harus berhadapan dengan toko online yang semakin menjamur.

2 dari 4 halaman

Laba Operasional Turun

H&M dilaporkan membukukan penurunan laba operasional sebesar 67 persen dalam tiga bulan.

Perusahaan juga harus menutup toko di Afrika Selatan dan menghadapi serangan media sosial setelah menjalankan iklan pada Januari yang menunjukkan model anak kulit hitam yang mengenakan jaket hoody yang bertuliskan `Monyet paling keren di hutan`.

Untuk menghadapi masalah stok pakaian bekas yang berlimpah, manajemen H&M dikabarkan akan mengurangi pasokan dan memperlambat ekspansi di toko-toko. Tak hanya itu, mereka juga akan memangkas harga. Perusahaan ini berharap bisnis onlinenya bisa berkembang 25 persen tahun ini.

(Sah)

 

[crosslink_1]

3 dari 4 halaman

Koleksi Terbaru Zara Terinspirasi Kain Sarung, Tengok Harganya

Dream - Kain sarung adalah pilihan kaum pria di Malaysia, Indonesia, India dan Bangladesh karena mudah dipakai dan nyaman untuk digunakan sholat.

Biasanya, harga selembar kain sarung mulai dari belasan ribu hingga yang paling mahal mencapai ratusan ribu jika kualitas kainnya bagus.

Tapi yang sangat lucu adalah brand fesyen ternama Eropa, Zara, ikut memperkenalkan rok yang terinspirasi dari kain sarung.

 Koleksi Terbaru Zara Terinspirasi Kain Sarung

Harganya pun tidak main-main. Satu lembar rok berbasis kain sarung itu harganya mencapai 69.99 Poundserling, setara dengan Rp1,3 juta.

4 dari 4 halaman

Tersedia Beragam Warna

Umumnya, kain sarung hadir dengan pola kotak-kotak dengan berbagai pilihan warna. Namun rok Zara dengan pola kotak-kotak ini hanya memiliki satu warna yaitu coklat.

Kain sarung atau yang disebut lungi di Asia Barat ini biasanya digunakan sebagai pengganti celana yang kurang nyaman saat cuaca panas.

Meski popularitas kain sarung mulai menurun di kalangan anak muda, tradisi memakai sarung telah menjadi pilihan utama para orang lanjut usia yang menginginkan kenyamanan maksimal.

Setelah ini, tren apa lagi yang akan menjadi inspirasi perancang fesyen Barat untuk memperkenalkan busana tradisional Asia, ya?

(ism, Sumber: mynewshub.cc)

Beri Komentar
Umroh Bareng Pasangan, Foto Sweet Selebritis Saat di Mekkah