Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Siapa, Ya, Orang Yang Tetap Tajir Melintir Walaupun Bisnisnya Di Bawah Utang Yang Menumpuk? (Foto: Shutterstock/ilustrasi)
Dream – Seorang kaya-raya Tiongkok berharta sebanyak US$43 miliar (Rp581,86 triliun) dan tercatat sebagai orang terkaya di Tiongkok. Dia tetap menjadi orang terkaya di Tiongkok walaupun utang perusahaannya, Evergrande, menembus angka US$100 miliar (Rp1.353,17 triliun).
Padahal, perusahaan ini memiliki nilai pasar sebanyak US$47 miliar (Rp635,98 triliun)
Dilansir dari CNBC, Selasa 24 Oktober 2017, nama pengusaha itu adalah Xu Yianjin. Pri berusia 59 tahun ini memiliki bisnis bernama Evergrande Group. Utang yang menggunung itu membuat investor berhati-hati menarik saham perusahaan properti tersebut.

Evergrande ini merupakan perusahaan Tiongkok yang paling banyak berutang. Mereka berjanji akan memangkas utangnya dari 240 persen menjadi 70 persen pada 2020.
Evergrande ini meraup dana segar sebesar US$3,8 miliar (Rp51,42 triliun) dan menukarnya US$2,8 miliar (Rp37,88 triliun) dari utang yang ada tahun ini.
Berkat ledakan nilai aset properti di Tiongkok, kekayaan Xu meroket menjadi US$30 miliar (Rp405,95 triliun) pada tahun lalu, menurut Hurun Report. Saham Evergrande juga melonjak 480 persen dan menjadi perusahaan properti terbesar ketiga berdasarkan penjualan.
Sahamnya melonjak karena didorong oleh rencana akusisi perusahaan non-Tbk terhadap emiten (backdoor listing) dan pengumuman untuk memangkas rasio utang.
Sekadar informasi, Xu ini lulus dari Wuhan University of Science and Technology in 1982. Dia mengantongi gelar doktor kehormatan di perdangangan dari University of West Alabama pada 2008.
Pria berusia lebih dari separuh abad ini membangun Evergrande pada 1966 dan mencatatnya di bursa Hong Kong pada 2009 setelah meraup dana US$767 juta (Rp10,38 triliun) dari initial public offering/IPO.
Properti yang membangun ribuan rumah untuk kelas menengah ini juga dikabarkan telah membeli klub sepak bola di Guangzhou senilai US$15 juta (Rp202,97 miliar) pada 2010.
Empat tahun berselang, Xu menjual separuh saham Evergrande di klub itu kepada Alibaba senilai US$192 juta (Rp2,6 triliun). (ism)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari