Wapres: Ekonomi Syariah Indonesia Banyak Ketinggalan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 15 November 2019 18:36
Wapres: Ekonomi Syariah Indonesia Banyak Ketinggalan
Dia mendorong para pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekonomi syariah lebih cepat.

Dream - Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin mendesak perkembangan ekonomi syariah di Indonesia perlu segera dipacu. Selama ini, ekonomi berbasih prinsip Islami di Tanah Air masih tertinggal dari negara lain di dunia.

“ Kita sudah banyak ketinggalan,” kata Ma’ruf saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional Masyarakat Ekonomi Indonesia di Jakarta, dikutip dari channel YouTube Wakil Presiden RI, Jumat 15 November 2019.

Pemerintah ingin ekonomi syariah bisa tumbuh lebih cepat dan lebih baik. Untuk itu dia mendesak pemangku kepentingan untuk bekerja tepat, cepat, dan manfaat.

“ Cepat, artinya jangan menggunakan pedoman lama ‘alon-alon asal kelakon’,” kata dia.

Ma’ruf juga meminta upaya mendorong pertumbuhan syariah juga memberikan manfaat kepada masyarakat.

“ Pahala bergantung kepada kelelahan, kepayahan tidak relevan lagi. Mestinya pahala diberikan berdasarkan hasil manfat dan maslahat atau tingkat produktivitas yang dihasilkannya,” kata dia.

Ma’ruf menyebut akan menjadi hal yang mengecewakan jika ekonomi syariah tidak tumbuh dengan baik. Hal ini mengingat para pimpinan instansi pemerintah merupakan pemangku kepentingan ekonomi syariah, seperti Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) adalah ketua dewan komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“ Kalau tidak maju, memang keterlaluan. Benar kata Pak Wimboh, (Ketua Dewan Komisioner OJK),” kata dia.

Beri Komentar
Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir