Warna Pakaian yang 'Haram' Dipakai Saat Wawancara Kerja

Reporter : Eko Huda S
Minggu, 10 April 2016 10:02
Warna Pakaian yang 'Haram' Dipakai Saat Wawancara Kerja
Jangan salah kostum. Anda tidak ingin terlihat seperti akan melayat, bukan? padahal akan wawancara kerja.

Dream - Melalui wawancara kerja tidaklah gampang. Sejumlah hal harus diperhatikan, supaya “ menarik perhatian” calon bos di tempat kita melamar kerja.

Kecerdasan, sudah pasti. Cara bertutur, sangat penting. Dan bahkan, penampilan Anda jangan sampai dilupakan. Mulai tata rambut, cara berjalan, hingga busana pun sangat penting diperhatikan saat Anda melakukan wawancara kerja.

Simaklah nasihat psikolog Janet Scarborough Civitelli ini. Menurut dia, kita harus pandai memilih busana untuk dipakai dalam wawancara kerja. Jangan sembarangan.

“ Dalam industri kreatif, seperti periklanan dan humas, ada berbagai macam warna busana yang dapat diterima,” kata Civitelli, sebagaimana dikutip Dream dari laman The Cheat Sheet, Jumat 8 April 2016.

Oleh karena itu, kata dia, penting bagi kita untuk mempelajari budaya di kantor yang tempat kita melamar pekerjaan. Dengan mengetahui budaya kantor itu, kita bisa menyesuaikan diri, termasuk soal busana.

“ Tanya teman atau perekrut yang sudah faham dengan kantor itu, atau gunakan situs seperti Glassdoor untuk mengetahui apa yang dibutuhkan pencari kerja,” tambah dia.

Seperti pepatah orang Jawa, “ ajining rogo saking busono”. Nilai penampilan dinilai dari busana. Jangan salah kostum. Anda tidak ingin terlihat seperti akan melayat, bukan? padahal akan wawancara kerja.

Tak hanya gaya busana, bahkan warna pakaian pun juga penting untuk diperhatikan. Pilihlah warna yang sesuai dengan pekerjaan yang Anda lamar. Ada beberapa warna yang tidak cocok dipakai untuk wawancara. Berikut ulasannya:

1 dari 3 halaman

Oranye

Tak peduli seberapa suka Anda dengan warna ini. Jika Anda ingin lulus wawancara kerja, maka hindari busana berwarna oranye.

Menurut penulis Captivology: The Science of Capturing People’s Attention, Ben Parr, orang punya reaksi otomatis pada penglihatan, suara, dan warna.

Parr menambahkan, warna oranye mencerminkan kepercayaan diri yang rendah. Padahal, dalam setiap wawancara, kita pasti berusaha untuk menutupi ketidakpercayaan diri di depan calon majikan.

Menurut survei yang dilakukan Harris Interactive for CareerBuilder, 25% dari juragan menyebut warna oranye warna terburuk yang dikenakan calon karyawan, sebab warna itu dikait-kaitkan dengan seseorang yang tidak profesional.

2 dari 3 halaman

Merah atau Terlalu Cerah

Warna-warna cerah, seperti merah dapat menimbulkan perasaan yang sangat kuat, dan warna-warna seperti itu dianggap kerap tidak positif ketika melakukan wawancara kerja. Anda disarankan untuk tidak menjauhi warna ini saat wawancara kerja.

“ Manajer perekrutan cenderung mencintai atau membenci merah, sehingga hanya memilih merah jika Anda merasa nyaman dan berani mengambil risiko,” kata Civitelli. Kecuali Anda seorang pejuang kejahatan atau pergi berkencan, merah bukan warna Anda.

3 dari 3 halaman

Cokelat

Busana berkelir cokelat mungkin terlihat nyaman. Tapi, menurut Civitelli, banyak manajer perekrutan tidak peduli dengan urusan itu. Warna cokelat sedikit tidak aman.

Meskipun cenderung dikait-kaitkan dengan keandalan dan kenyamanan, warna cokelat mungkin menjadi bumerang saat kita pakai dalam wawancara kerja.

Pewawancara bisa mendapatkan kesan bahwa Anda resisten terhadap perubahan. Sehingga lebih baik diganti dengan warna seperti biru tua.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More