Waspada Penipuan Bermodus Fake Caller

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 6 September 2021 12:34
Waspada Penipuan Bermodus Fake Caller
Penipuan itu memalsukan nomor telepon untuk menggasak duit korban.

Dream – Ada saja modus yang digunakan oleh para penipu untuk menggasak uang sang korban. Salah satunya adalah mencatut nama instansi untuk menipu.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) turut menjadi korban pencatutan nama yang dilakukan oleh penipu. Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, mengatakan, penipuan yang mencatut nama BCA kerap terjadi belakangan ini.

“ Modus penipuan mengatasnamakan Bank BCA makin marak belakangan ini, terutama telepon dari nomor palsu seperti + 6221-1500888 / 021-500888, dan sebagainya,” kata Hera di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Senin 6 September 2021.

Dia mengatakan penipu menggunakan aplikasi Fake Caller untuk melancarkan aksi jahatnya itu. “ Penipu bisa menggunakan aplikasi Fake Caller,” kata Hera.

1 dari 4 halaman

Apa Itu Fake Caller?

Fake caller adalah aplikasi untuk memalsukan nomor telepon. Aplikasi ini dibuat agar pengguna bisa mengerjai orang lain, misalnya untuk April’s Mop.

Tapi, tak jarang juga aplikasi itu digunakan untuk menipu. Penipu menggunakan informasi ID penelepon palsu untuk mengelabui korbannya.

Biasanya, mereka akan mencatut nama instansi pemerintah, kepolisan, bahkan perbankan. Praktik ini disebut dengan caller ID spoofing.

 

2 dari 4 halaman

Hindari dengan Cara Ini

Hera menyarankan nasabah tidak mengangkat telepon dari nomor yang mencurigakan. Memang, nomornya sekilas mirip dengan call center BCA.

“ Sebaiknya teman-teman TIDAK save nomor Halo BCA pada kontak di handphone,” kata dia.

Dengan begitu, nasabah bisa melihat nomor telepon yang masuk. Apakah benar itu nomor resmi Halo BCA 1500888 tanpa ada embel-embel +62, 021, atau apa pun.

3 dari 4 halaman

Jangan Panik

Ke dua, jangan panik ketika mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal. Apalagi, penelepon memberikan ada aktivitas mencurigakan di kartu kredit, rekening, atau aplikasi bank. Hera menyarankan langsung mematikan telepon tersebut.

“ Kalau Anda melayani maka kartu kredit, debit/ATM, dan tabungan Anda bisa jebol! Jadi, segera matikan telepon tersebut,” kata dia.

Hera menegaskan BCA tak pernah meminta data-data seperti PIN ATM, nomor kartu ATM, PIN mobile banking, bahkan data-data pribadi lainnya.

4 dari 4 halaman

Hubungi Nomor Ini

Ketiga, menghubungi bank jika ada aktivitas mencurigakan. Ada empat channel untuk melaporkan penipuan.

Yaitu, Halo BCA 1500888, Twitter @HaloBCA, e-mail halobca@bca.co.id, dan WhatsApp BCA 08111500998.

“ Mari kita sama-sama mengingatkan orang-orang terdekat dan sekitar untuk tidak mudah tertipu oleh para penipu dengan menjalankan tiga cara di atas,” kata dia.

Beri Komentar