Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – China dikabarkan menghukum seorang mantan eksekutif dari sebuah grup real estate. Miliarder itu dinilai melontarkan kritik terlalu tajam karena menyebut presiden Xi Jinping sebagai seorang badut.
Ren Zhiqing, sebelumnya secara terbuka mengkritik presiden terkait upaya China dalam memberantas virus corona.
Namun dalam dakwaannya, Ren Zhiqing dihukum karena tindakan korupsi sehingga ia harus menerima hukuman penjara selama 18 tahun.
Menurut Pengadilan di Beijing, Ren dihukum karena keuntungan ilegal yang ia dapatkan.
Namun, beberapa kritikus berkeyakinan hukuman yang diberikan akibat perbedaan pendapat. Dan hukuman tersebut dianggap terlalu keras.

Ren pun diberikan julukan sebagai “ Canon Ren” karena pendapatnya yang blak-blakan. Ia ditahan sejak Maret lalu. Setelah melontarkan pendapatnya kepada presiden.
Ren pun diselidiki karena melanggar disiplin. Ia juga dikeluarkan dari Partai Komunis yang tengah berkuasa.
Ia didakwa atas kejahatan ekonomi seperti penggunaan dana resmi untuk bermain golf dan menggunakan ruang kantor dan tempat tinggal secara gratis.
Dalam putusan pengadilan pada 11 September lalu, Ren dikatakan telah membayar kembali semua uang yang ia peroleh secara tidak sah.
Ia juga secara sukarela mengakui segala tuduhan yang diberikan. Ren juga dinyatakan siap menerima hukuman dan tidak mengajukan banding.

Zhang Ming, seorang pensiunan profesor ilmu politik di Universitas Renmin, mengecam hukuman itu sebagai sesuatu yang terlalu kasar.
Ini hanya menunjukkan siapapun yang berani menentang rezim akan ditindak tegas.
Selama masa jabatan Presiden Xi, China telah menekan berbagai perbedaan pendapat dan melakukan kampanye agresif untuk melawan korupsi.
Awal bulan ini, Geng Xiaonan, seorang penerbit yang vokal mendukung suara-suara seperti Ren dan mantan profesor hukum, Xu Zhangrun juga ditahan polisi Beijing atas tuduhan operasi bisnis ilegal.
Xu, yang pernah mengajar di Universitas Tsinghua memberikan kritik pada Xi karena mencoba membawa Revolusi Kebudayaan kembali ke China.
Ia ditahan oleh polisi Beijing pada awal Juli setelah dituduh mencari psk. Univeristas Tsinghua pun memecat Xu dan mencabut izin mengajarnya.
(Sumber: dailystar.co.uk)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
