7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Bagaimana, Ya, Supaya Kita Tidak Menunda Pekerjaan? (Foto: Shutterstock)
Dream – Seberapa sering kamu menunda-nunda pekerjaan? Memilih untuk mengerjakan tugas di detik-detik terakhir menuju deadline?
Hal ini biasanya berujung pada tugas yang menumpuk karena terlalu sering menunda pekerjaan.
Bicara tentang menunda pekerjaan, istilahnya adalah prokrastinasi. Apapun sebutannya, menunda pekerjaan adalah pola perilaku yang negatif. Sekali dilakukan, kamu akan sulit menghentikannya. Hal ini sangat buruk bagimu karena menunda pekerjaan punya banyak dampak negatif.
“ Terlalu sering procrastinate itu merugikan,” kata CEO Riliv, Audrey Maximilian Herli, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Riliv, Kamis 15 Juli 2021.
Jika terlalu sering menunda pekerjaan, produktivitas akan turun. Hasil kerja pun tidak maksimal. Maxi menyarankan untuk tidak sering menunda pekerjaan.
“ Kalau kita punya banyak waktu untuk mengerjakan tugas dengan maksimal, kenapa harus mengerjakan tugas saat mepet deadline? Bayangkan kalau kita bisa selesai mengerjakan tugas di awal waktu, waktu yang tersisa bisa kalian gunakan untuk mengerjakan hal lain yang bermanfaat,” kata dia.
Lalu, bagaimana caranya agar tidak sering menunda pekerjaan? Pertama, menetapkan deadline khusus untuk diri sendiri.
Kamu mungkin menunda-nunda pekerjaan karena merasa deadline yang diberikan masih panjang. Jika selalu berpikir begini, pada akhirnya kamu akan kerepotan bekerja saat deadline mepet.
Supaya tidak menunda lagi, kamu bisa menetapkan deadline untuk diri sendiri lebih cepat dari deadline yang sebenarnya. Jika batas waktu pekerjaan adalah hari Jumat, kamu bisa memberikan batas waktu lebih awal, yaitu hari Kamis atau hari lainnya.
Kedua, membagi tugas besar menjadi tugas-tugas kecil. Tugas besar acapkali terlihat menakutkan untuk dikerjakan.
Biasanya, penyebabnya adalah karena kamu takut salah dan tidak tahu harus mulai mengerjakan dari mana.
Cara mengatasinya cukup mudah, kamu bisa memecah tugas besar tersebut menjadi tugas-tugas kecil yang lebih spesifik. Misalnya, kamu memiliki tugas membuat proposal ide bisnis. Kamu bisa menjabarkan hal-hal kecil yang menyusun sebuah proposal ide bisnis.
Ketiga, menghilangkan gangguan saat bekerja. Apa yang mengganggumu saat bekerja? Apakah itu handphone, televisi, atau hal lainnya?
Kalau hal-hal tersebut mengganggu, kamu bisa menyingkirkannya terlebih dahulu sebelum bekerja. Matikan handphone dan televisi agar kamu bisa mulai bekerja secara maksimal.
Keempat, memberikan self reward sebagai apresiasi. Sahabat Dream bisa memberi self-reward tiap kali berhasil mengerjakan tugas.
Cara ini akan membantu kamu berhenti menunda-nunda karena kamu jadi lebih semangat dalam mengerjakan tugas berikutnya.
Menurut psikolog Alexander Rozental, strategi terbaik dalam memberi self-reward adalah dengan memberi hadiah-hadiah kecil, bukan hadiah besar. Contohnya, kamu bisa menghadiahi diri kamu sebungkus cokelat jika sudah mengerjakan satu tugas.
Kelima, mulai bekerja dalam hitungan lima detik. Seorang entrepreneur dan motivator terkenal dari Amerika Serikat, Mel Robbins, menggunakan aturan lima detik untuk membantunya berhenti menunda-nunda pekerjaan.
Setiap kali ia merasa enggan mengerjakan suatu tugas, ia akan berhitung sampai 5. Tepat setelah hitungan kelima, ia akan bangkit dari rasa malas dan mulai mengerjakan tugas tersebut.
Sama seperti Mel Robbins, kamu juga bisa menggunakan cara ini jika merasa ingin menunda pekerjaan. (mut)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?