Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pemudik.
Dream – Belum lama Ramadan dimulai, tapi sudah banyak orang yang memantau, bahkan membeli tiket mudik Lebaran.
Selain takut kehabisan tiket, naik-turunnya harga pun jadi alasannya. Ternyata, pembelian tiket paling banyak dilakukan di pertengahan Ramadan.
Menurut riset Kementerian Perhubungan (Kemenhub), puncak arus mudik Lebaran diperkirakan jatuh pada 31 Mei mendatang.
" Puncak beli tiket agak berbeda antar moda transportasi. Biasanya, kereta H-90, mengikuti persediaan tiket DKI. Lalu, memuncak kembali jika ada persediaan tambahan. Pesawat dan bis, puncaknya di H-14 atau 15, tergantung jadwal THR," kata Head of Growth Management Transport Traveloka, Iko Putera, di Jakarta, Selasa 15 Mei 2019.
Kota dengan permintaan terbanyak tahun ini berdasarkan survei Traveloka adalah Surabaya, Denpasar, Medan, Balikpapan, Batam, Pekanbaru dan Kendari.
Sedangkan, destinasi luar negeri yang banyak diminati adalah Malaysia, Thailand, Singapura, Cina, Jepang dan Korea.
" Dari Jakarta masih paling banyak ke Surabaya, Denpasar dan Medan menggunakan pesawat. Kalau bis, ke Semarang, Jogja dan Malang" .
Selain dari Jakarta, adapun rute yang biasa diambil oleh para perantau. Misalnya, dari Surabaya ke Jakarta, Makassar dan Balikpapan.
Dari Medan ke Jakarta, Batam dan Pekanbaru menggunakan pesawat. " Kalau bis dari Medan biasanya ke Aceh atau Padang. Makassar pun banyak rute ke Jakarta, Surabaya dan Kendari," kata Iko. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya