Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Pixabay.com
Dream - Sebagian besar Sahabat Dream mungkin pernah berada dalam situasi di mana kata-kata yang kalian ucapkan itu salah. Seringkali, meskipun hanya sekadar basa-basi, apa yang kalian katakan bisa berbeda dengan apa yang dimaksud orang lain.
Ada banyak frasa yang meski pada kenyataannya sering digunakan, sebaiknya dihindari karena bisa ditafsirkan berbeda. Berikut ini beberapa frasa yang patut dihindari, sebagaimana dikutip dari Bright Side:
1. “ Saya penggemar berat”
Dalam kehidupan, ketika berhadapan dengan seseorang yang menjadi idola kita, terutama seorang selebriti, sering kali kita memakai kalimat di atas untuk menarik perhatian. Sepintas memang wajar, namun terasa naif jika kita mengidolakan seseorang, atau bahkan menempatkannya di posisi tertinggi sementara dia hanyalah manusia biasa seperti kita.
2. “ Kalian…”
Kata ini terasa janggal ketika kita menggunakannya di lingkungan kerja dan situasi yang menuntut formalitas. Untuk itu, Sahabat Dream yang sering menggunakan kata ini di lingkungan kerja, sebaiknya bisa diganti dengan yang lebih halus seperti anda, tim atau rekan kerja.
3. " Faktanya adalah..."
Meski kadang enak didengar, namun penggunaan frasa " Faktanya adalah.." bisa dianggap kurang sopan, bahkan terkadang apa yang ingin kita sampaikan menjadi kurang jelas.
Akan lebih baik jika frasa tersebut diganti dengan kata lain yang bermakna sama seperti " Sebenarnya..."
4. “ Ini mungkin pertanyaan yang konyol, tapi...”
Memperkenalkan diri sendiri tentang kurangnya pengetahuan pada akhirnya tidak akan membantu Sahabat Dream terlihat lebih baik di mata siapa pun.
Dengan mengucapkan frasa di atas, Sahabat Dream malah terlihat sebagai seseorang yang kurang percaya diri dengan apa yang akan disampaikan. Semua manusia memiliki karakter, pendidikan dan pengalaman yang berbeda. Wajar jika kita tidak memahami tentang sesuatu dan mempertanyakannya.
5. “ Itu bukan pekerjaan atau bidang saya.”
Frasa ini lebih sering kita dengar ketika seseorang sedang merendahkan dirinya, padahal sebenarnya dia bisa melakukan hal tersebut.
Ketika Sahabat Dream menggunakan frasa di atas untuk menolak sebuah pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidangnya, padahal kalian bisa mengerjakannya, maka kalian akan kehilangan promosi potensial.
6. " Ups" atau " Salahku"
Jika Sahabat Dream melakukan suatu kesalahan, lebih baik meminta maaf kepada orang yang bersangkutan secara langsung dengan mengatakan, " Maaf."
Kata " Ups" atau " salahku" , malah membuat permintaan maaf kalian tidak terlihat tulus.
7. " Aku benci mengganggumu, tapi..."
Dalam lingkungan kerja, tidak mengenal kata " merepotkan" dalam hal tanggung jawab yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang. Mengatakan frasa ini memungkinkan rekan kerja untuk memiliki kendali atas permintaan kalian. Lalu kemungkinan terbesarnya, mereka justru menolak membantu Sahabat Dream dengan menganggapnya sebagai gangguan.
Jika kalian melihat seseorang sedang sibuk, lebih baik mengatakan bahwa kalian memiliki permintaan untuk mereka ketika waktunya luang.
8. " Kamu salah."
Frasa ini jelas terdengar kasar jika digunakan di lingkungan kerja. Meski kalian memiliki sedikit masalah dengan rekan kerja, yang harus diingat adalah kalian adalah orang yang profesional.
Dengan mengatakan seseorang itu salah secara terang-terangan itu sama saja Sahabat Dream merusak pengetahuan dan profesionalisme mereka.
Akan lebih baik jika kalian mengatakan secara jujur jika kalian tidak setuju dengannya dan memberikan alasan yang masuk akal.
9. “ Saya bukan ahli, tapi...”
Ada beberapa masalah ketika mengucapkan frasa ini. Pertama, kalian tidak ingin merusak citra diri sendiri atau ide kalian dengan menyatakan bahwa kalian bukan ahli. Saat mengemukakan pemikiran atau pendapat baru, lebih baik tampil percaya diri.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya