Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bisnis Real Estate Komersial Juga Terdampak Pandemi Corona. (Foto: Shutterstock)
Dream - Bisnis real estate komersial di kawasan Asian Pasifik terpukul pandemi corona. Investasi real estate komersial pada kuartal I merosot 26 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
Menurut data terbaru dari JLL Global Capital Flow, volume transaksi real estate di Asia Pasifik turun menjadi US$34 miliar (Rp507,3 triliun).
Dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 12 Mei 2020, China, Hong Kong, dan Singapura adalah pasar yang paling berpengaruh di Asia Pasifik. Aktivitas investasi di kawasan ini anjlok hingga 60 persen dibandingkan tahun lalu. Dampak terkecil dirasakan di Korea Selatan dan Jepang. Kegiatan investasi tidak banyak berubah atau sedikit lebih tinggi daripada tahun lalu.
" Banyak investor telah menghentikan aktivitas karena kondisi ekonomi yang tidak menentu dan banyak kesepakatan bisnis yang terpengaruh," kata CEO Capital Markets, Asia Pasifik JLL, Stuart Crow.
Crow memprediksi penurunan investasi real estate berlanjut pada kuartal II 2020. Sektor ini akan mulai bangkit pada semester kedua tahun ini.
" Ada banyak investor bermodal besar yang menunggu peluang. Kami berpikir dislokasi di pasar akan menciptakan banyak kesepakatan di sebagian besar sektor," kata dia.
Crow mengatakan semua sektor real estate komersial dipengaruhi oleh Corona pada kuartal I 2020. Volume investasi ritel melorot 39 persen yoy karena penerapan lockdown dan jaga jarak di banyak wilayah.
" Kebutuhan untuk aset perkantoran tetap tinggi bagi investor luar negeri dan domestik, namun volume turun 36 persen YoY, sekalipun dengan penjualan aset kantor berskala besar di China, Jepang, dan Korea Selatan," kata dia.
Crow mengatakan transaksi hotel berkurang 22 persen yoy. Sebagian di antaranya terbantu oleh penawaran tertentu di awal kuartal di Jepang dan Korea Selatan.
Sektor industri dan logistik investasi adalah kelas aset paling tangguh di Asia Pasifik pada kuartal pertama, dengan pertumbuhan aktivitas mencapai 9 persen yoy.
“ Investor yang kami bicarakan akan tetap tenang dan optimis, tetapi juga berkomitmen untuk memainkan peran yang lebih besar di pasar real estate Asia Pasifik dalam jangka panjang," kata Executive Director Capital Markets Research Asia Pasifik JLL, Regina Lim.
Lim mengatakan dampak keseluruhan dari wabah Corona di pasar investasi, diharapkan akan mulai terlihat lebih jelas di kuartal kedua saat investor fokus pada portofolio dan menunggu peluang yang tepat.
Regina Lim, Executive Director, Capital Markets Research, Asia Pasifik, JLL.
" Karena aktivitas bisnis di China secara bertahap kembali normal pada bulan Maret dan beberapa ekonomi di wilayah tersebut telah berhasil menghindari penutupan wilayah secara keseluruhan, kami percaya penurunan material tidak mungkin lebih rendah dari kuartal ini,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya