Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pandemi Covid-19 yang terjadi selama beberapa bulan ini membuat masyarakat dianjurkan untuk membatasi interaksi fisik dan beraktivitas di areal publik. Keadaan ini membuat perusahaan mengambil beberapa kebijakan seperti pembatasan kehadiran karyawan, atau penerapan bekerja dari rumah.
Kebijakan tersebut dapat berdampak pada kesenjangan komunikasi dan produktivitas usaha. Tetapi menurut Dr. Firman Kurniawan S., Akademisi, Pemerhati Budaya dan Komunikasi Digital, menyatakan persoalan ini sebetulnya dapat diatasi dengan menerapkan teknologi.
“ Perusahaan tidak boleh terjebak dalam euforia maupun kebiasaan yang lama dan harus segera berani melakukan digital transformasi," ucap Dr. Firman Kurniawan S, dikutip dari pernyataan tertulis, Senin 19 Oktober 2020.
Menurut Firman, penerapan teknologi juga sejala dengan rencana pemerintah dalam penerapan Fourth Industrial Revolution (Revolusi Industri 4.0). Bagi Indonesia, teknologi menjadi penting karena membuka peluang untuk mempercepat pencapaian visi Indonesia menjadi negara 10 besar dengan perekonomian terkuat di dunia.
Penelitian Deloitte dalam laporan The Digital Workplace menemukan organisasai dengan penerapan teknologi online yang kuat memiliki produktivitas 7 persen lebih tinggi daripada yang tidak.
“ Walau demikian, perubahan juga harus didukung perubahan pola pikir dan emosional dari manajemen untuk dapat menyesuaikan kembali cara baru dalam bekerja, serta bagaimana individu, kelompok, dan pimpinan berinteraksi satu sama lain. Disamping itu, manajemen juga harus jeli menentukan jenis platform yang paling tepat bagi perusahaan,” tambah Dr. Firman Kurniawan S.
Kebutuhan ini dijawab para ahli teknologi informasi dengan menghadirkan berbagai platform atau aplikasi yang bisa memenuhi kebutuhan perusahaan yang menjalani proses bekerja dari rumah atau luar ruangan.
Joey Lim, Lark VP of Commercial Asia menilai kombinasi dari manajemen dan platform yang tepat merupakan kunci agar terciptanya peningkatan kualitas dan efektifitas dari sebuah komunikasi dan kolaborasi.
Lark diketahui menciptakan patform yang mengolaborasikan berbagai tugas seperti membuat dan mengedit dokumen, menerima email, mengirimkan pesan, mengelola agenda, hingga menelepon, serta melakukan video conference. Platform ini diklaim bisa dioperasikan oleh pegawai dari berbagai rentang usia.
" Kami mengerti bahwa sebuah platform kolaborasi harus terintegrasi dan dapat memberikan kemudahan serta kenyamanan, dan Lark memiliki semua itu,”

Lark menyediakan berbagai fitur seperti Messenger, Video Conference, Docs & Sheets, Penyimpanan Cloud, Kalender, Email yang terintegrasi, serta fitur real-time translation dalam beberapa pilihan Bahasa seperti, Bahasa Indonesia, Cina, Korea, Jepang, Prancis, Portugis Brasil, Jerman, Hindi, Italia, Rusia, Spanyol, Thailand, dan Vietnam.

Lark tersedia dalam versi website yang dapat diakses di Windows, dan MAC, serta versi aplikasi untuk Android dan IOS dalam 11 bahasa tampilan, termasuk Bahasa Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya