6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Iilustrasi
Dream - Hilangnya pesawat Air Asia QZ8501 menjadikan tahun 2014 sebagai masa muram industri penerbangan dunia. Insiden kecelakaan pesawat sepanjang tahun ini tercatat telah menelan korban tewas lebih dari 600 orang.
Angka ini dikhawatirkan bertambah setelah insiden hilangnya pesawat Air Asia tujuan Surabaya-Singapura.
" Kondisi ini berdampak pada maskapai penerbangan Asia," kata Pendiri perusahaan peneliti maskapai, Endau Analystic, Shukor Yusof seperti dikutip laman Bloomberg, Senin, 29 Desember 2014.
Sepanjang 2014, tragedi kecelakaan pesawat yang tercatat diantaranya hilangnay pesawat Malaysia Airlines MH370, jatuhnya Malaysia Air MH17 di Ukraina, serta kecelakaan pesawat TransAsia Airays Corp.
Tragedi lain yang tercatat adalah jatuhnya pesawat di Iran.
Seluruh kejadiaan nahas ini menempatkan 2014 sebagai era terparah dari penerbangan sipil dunia di tengah booming industri maskapai Asia.
Menurut Shukor, runtutan kecelakaan pesawat yang terjadi selama ini membuat posisi Malaysia berada dalam bahaya. Negeri Jiran ini mendapatkan citra sebagai negara yang menjalankan industri penerbangan tak aman.
" Sangat tidak beruntung bahwa tiga pesawat yang mengalami kecelakaan berasal dari perusahaan Malaysia. Namun saya pikir hal ini tak menggambarkan kondisi keamanan maskapai," tegas Shukor.
Tahun 2014 kemungkinan akan berakhir sebagai masa suram industri penerbangan dunia sejak 2005. Kala itu, menurut data Ascend Worldwode, kasus kecelakaan pesawat telah menewaskan tak kurang dari 916 orang.
" Sudah pasti, jika 2014 merupakan masa-masa berat bagi industri penerbangan,' kata CEO lembaga konsultan Martin Consulting LLC, Mark D Martin. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
