Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengusaha India Jadi Miliuner Akibat Corona (Sumber:Pexels)
Dream - Pandemi Corona Covid-19 sebagian besar membuat banyak pengusaha ketar-ketir menghadapinya. Pemasukan yang menurun drastis membuat pengusaha memilih jalan singkat dengan memberhentikan para pegawainya. Namun tak selamanya wabah virus Corona ini membuat pebisnis gigit jari.
Seorang pengusaha di India malah mendapat untung besar dari wabah Covid-19. Arun Bharat Ram, pengusaha di bidang kimia sekaligus keturunan klan pebisnis Sri Rham Group of Companies mendadak mendapat kekayaan yang berlimpah karena bisnisnya booming di tengah pandemik ini.
Di usianya yang sudah menginjak 79 tahun, Arun Bharat dianggap layak menyandang sebagai miliarder setelah saham perusahaannya naik di tengah pandemi Corona.
Sejak 25 Maret lalu, saham perusahaannya naik hingga 63 persen dan menambah jumlah kekayaannya hingga mencapai US$ 1,1 miliar. Kondisi ini terjadi tepat ketika New Delhi dan seantero India menjalani lockdown untuk menekan penyebaran virus.

Arun Bharat Ram merupakan seorang pengusaha India yang telah mulai berkarir sejak tahun 1967 di Delhi Cloth & General Mills Co. Ltd. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan flagship (unggulan) keluarga Bharat Ram.
Di tahun 1970, Arun mendirikan SRF sebagai perusahaan produsen tali ban nilon. Saat ini, perusahaan telah memiliki 13 pabrik pengolahan, salah satunya terletak di Thailand dan Afrika Selatan.
Perusahaan yang dikelola sang pengusaha asal India ini memproduksi berbagai jenis bahan kimia yang dibutuhkan seperti bahan untuk lemari pendingin dan bahan kimia mentah untuk pestisida dan farmasi.
Selain itu, bisnisnya juga memproduksi tekstil untuk keperluan industri, termasuk kain yang digunakan untuk pembuatan ban, conveyor belt dan kain terpal. Divisi bisnis lainnya juga memproduksi bahan kimia yang digunakan untuk membungkus makanan seperti cokelat, kue dan biskuit.
Berkat semua usaha yang dilakukannya. perusahaanny, SRF berhasil meraup pendapatan sebesar US$ 92 juta hingga akhir Maret 2019 lalu.
Salah satu penyebab naiknya saham Arun di India adalah karena para investor masih takut untuk bermain saham di perusahaan China.
Hal ini terjadi karena China merupakan negara asal mula munculnya virus pandemi corona covid-19 ini. Akibatnya, para investor pun beralih ke saham perusahaan India yang sama-sama murah dan menjadikannya alternatif pilihan selama pandemi ini.
" Setelah Covid-19 berlalu, saya yakin industri kimia India akan menunjukkan pertumbuhan signifikan. Tapi tentu itu tergantung dengan kecepatan regulasi pemerintah dalam proses persetujuan investasi, kami harus memanfaatkan hal ini dengan baik," ujar Ashish Bharat Ram, anak Arun yang juga menjabat sebagai direktur manajer di SRF.
(Sah, Sumber Liputan6)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya