Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Miliarder Ukraina, Vasily Zaitsev, Dan Istrinya, Tatiana. (Foto: Harian Metro)
Dream – Anak berulah, orangtua kena getahnya. Itulah yang dialami miliarder asal Ukraina, Vasily Zaitsev, dan istrinya. Mereka memutuskan untuk berlutut di hadapan keluarga korban agar memaafkan putrinya, Alyona Zaitseva.
Dilansir dari Harian Metro, Jumat 27 Oktober 2017, pria berusia 61 tahun itu dan istrinya terus membujuk keluarga korban agar memaafkan Alyona. Gadis berusia 20 tahun itu telah menyebabkan kematian lima orang saat menerobos lampu merah pada pekan lalu.
Selain lima korban tewas, kecelakaan maut di Kharkiv itu juga menyebabkan enam orang luka-luka.
Akibat ulahnya, mahasiswi jurusan sosiologi itu kini ditahan selama dua bulan untuk proses penyelidikan. Jika terbukti bersalah, Alyona akan menghadapi hukuman penjara selama 10 tahun.
Sebelumnya, hakim menolak permintaan pengacara keluarga Vasily yang meminta Alyona dibebaskan dengan jaminan. Sekarang, Vasily dan istrinya, Tatiana, 40 tahun, membuat pernyataan bersedia membayar ganti rugi kepada keluarga korban tewas dan luka-luka.
Vasily dilaporkan bersedia membelanjakan 1,1 juta poundsterling (Rp19,8 miliar) sebagai ganti rugi. Dia berharap ganti rugi itu bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan hukuman penjara yang dikenakan kepada putri angkatnya itu.
Pengurangan atau bahkan penghilangan hukuman penjara bisa dilakukan di Ukraina jika keluarga korban menarik tuntutan terhadap Alyona.
" Ini sebuah tragedi dahsyat yang merenggut lima nyawa. Tidak ada yang bisa menggambarkan kesedihan keluarga korban. Kami memohon sambil berlutut kepada keluarga korban agar memaafkan anak kami. Kami bersedia memberi semua bantuan keuangan yang diperlukan," kata Vasily seperti disiarkan portal berita Ukraina, Kharviv.
Kendati anaknya mengaku bersalah sepeuhnya dalam kecelakaan maut itu, Vasily tetap menyalahkan pengemudi Volkswagen Touareg yang menabrak Lexus anaknya.
" Volkswagen itu menabrak mobil anak kami dengan kuat hingga menyebabkan mobilnya terlempar dan menabrak kerumunan orang," kata dia.
Menurutnya, pengadilan perlu mempertimbangkan bahwa kecelakaan maut itu melibatkan dua pihak dan dua mobil. " Namun kami bersedia menerima keputusan pengadilan yang adil," tambah Vasily. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya