Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Pakuwon Jati
Dream - Alexander Tedja adalah seorang konglomerat Indonesia pemilik mal-mal di bawah bendera Pakuwon Group. Nama Alexander Tedja juga masuk ke dalam daftar orang terkaya di Indonesia tahun 2021 versi Forbes.
Dia menduduki peringkat ke-15 orang terkaya di Indonesia pada tahun ini. Total kekayaan yang dimiliki mencapai US$1,45 miliar atau sekitar Rp21 triliun.
Pria kelahiran Medan, 22 September 1945, itu merupakan salah seorang pengusaha kenamaan Indonesia. Ia sudah mulai memasuki dunia bisnis sejak muda.
Pada usia 27 tahun misalnya, ia sudah mulai bergelut di bisnis perfilman dan bioskop lewat PT ISAE FILM yang didirikan pada 1972. Lima tahun kemudian, ia mengembangkan usaha tersebut dengan mendirikan PT Menara Mitra Cinema Corp.
Sukses di bisnis perfilman, ia merambah bisnis properti dengan mendirikan Pakuwon Jati pada tahun 1982. Setelah mendirikan perusahaan itu, ia melihat peluang yang menjanjikan dan membeli sebidang tanah di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya.
Tanah itu kemudian disulap menjadi pusat perbelanjaan besar dan megah bernama Plaza Tunjungan I. Plaza yang dibuka tahun 1986 tersebut dalam perjalanannya terus berkembang menjadi besar. Sukses dengan Plaza Tunjungan I, bisnis Alexander Tedja kian menggurita.

Delapan tahun kemudian, ia mengembangkan bisnis kawasan hunian di Surabaya, yakni Pakuwon City. Proyek terus membesar hingga ia membangun Plaza Tunjungan II dan III, Sheraton Surabaya Hotel & Tower, Kondominium Regensi, Menara Mandiri, Plaza Tunjungan IV. Proyek ini kemudian menjadi superblok pertama di Surabaya yang bernama Superblok Tunjungan City.
Sukses di Surabaya tak lantas membuat Alex merasa puas. Ia lantas melirik Jakarta menjadi tempat pengembangan bisnisnya. Pada tahun 2007, ia dan kelompok usahanya mengakuisisi 83,3 persen saham PT Artisan Wahyu.
Artisan merupakan perusahaan pengembang Superblok Gandaria City. Kepemilikan saham sebesar itu memberikan banyak keuntungan padanya. Usai mengakuisisi saham Artisan, Pakuwon Jati terus melebarkan bisnisnya.
Dengan naluri bisnis yang kuat, ia membangun proyek pusat perbelanjaan Kota Kasablanka. Upaya itu membuat pencapaian kinerja Pakuwon Jati meroket. Selain mengakuisisi saham dan terus menggeber proyek propertinya, Alex mendirikan anak usaha baru bernama Pakuwon Permai. Ini dilakukannya guna mempermudah transaksi.
Melalui anak usaha itu, nama Alex semakin berkibar. Ia berhasil mengembangkan Superblok Supermal Pakuwon Indah dan pusat perbelanjaan Royal Plaza di Surabaya. Melalui anak usahanya itu, ia juga berhasil membangun Blok M Plaza dan Apartemen Servis Somerset Berlian.
Kecemerlangan kinerja itu membuat perusahaannya memiliki nilai kapitalisasi pasar Pakuwon Jati tembus Rp19,64 triliun. Itu menjadikan Pakuwon sebagai pengembang nomor satu di Indonesia.
Bahkan nilai kapitalisasi pasar itu mengalahkan yang dimiliki raksasa properti lainnya seperti PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Metropolitan Kentjana Tbk, PT Ciputra Development Tbk, dan PT Lippo Karawaci Tbk.
Selain itu, di tengah tekanan yang dialami oleh sejumlah pelaku usaha akibat covid, ia malah terus berkibar. Pada akhir 2020 lalu, ia bahkan membeli dua pusat perbelanjaan, yakni Hartono Mall Yogyakarta dan Martono Solo Baru dari Grup Duniatex.
Melalui Pakuwon Permai, ia juga mengambil alih kepemilikan Hotel Marriot Yogyakarta. Nilai transaksi dari ketiga pembelian itu mencapai Rp1,36 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya