BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi Orang Kaya.
Dream – Belum lama ini, Megawati Institute merilis kajian tentang oligarki ekonomi di Indonesia. Hasilnya, 40 orang terkaya di Indonesia memiliki harta ratusan ribu kali lipat dari aset rata-rata orang Indonesia.
Dikutip dari laporan yang diunggah di laman megawatiinstitute.org, oligarki adalah sistem politik pertahanan kekayaan (wealth defense) yang dilakukan oleh segelintir orang dengan konsentrasi kekayaan yang besar yang bersumber dari kekuasaan.
Nah, dalam kajian ini, Megawati Institute menggunakan konsep material power index (MPI) yang dikembangkan oleh Jeffrey Winters.
Hasilnya, angka MPI Indonesia lebih tinggi daripada negara-negara lain, kecuali Filipina. Angka MPI Indonesia sebesar 584,476. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata aset yang dikuasai 40 orang terkaya di Indonesia setara dengan 600 ribu kali lipat aset rata-rata yang dimiliki oleh orang di Indonesia.
Selain itu, hasil kajian yang berjudul Hasil Riset Oligarki Ekonomi ini juga menunjukkan, selama periode (2006-2016), kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia naik 317,1 persen atau 4 kali dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk informasi, total kekayaan orang Indonesia pada 2017 sebesar US$119,72 miliar (Rp1.606,66 triliun), meningkat dari total kekayaan pada 2016 yang sebesar US$92,91 miliar (Rp1.246,87 triliun).
Pada periode itu pula, kekayaan orang Indonesia naik 510,7 persen atau 10 kali dari pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
Data Megawati Institute yang dikutip dari Forbes, BPS, dan IMF juga menunjukan total kekayaan 50 orang terkaya Indonesia mencapai Rp1.696 triliun. Harta kekayaan itu lebih besar dibandingkan target penerimaan pajak pemerintah dalam APBN 2018 yang sebesar Rp1.618 triliun.
Tak hanya itu, dengan kekayaannya itu, ekonomi INdonesia bisa menggerakkan roda pemerintah Indonesia dalam satu tahun kalender anggaran dimana APBN 2018 menetapkan belanja pemerintah senilai Rp1.454 triliun.
Kajian ini juga menyebut bahwa oligarki ekonomi menjadi ancaman terbesar bagi keadilan sosial karena bisa menimbulkan pembentukan harga, persaingan tidak sehat, wirausaha baru dan pertumbuhan ekonomi terhambat, serta mengganggu stabilitas politik karena ketimpangan ekonomi.
Untuk itu, Megawati Institute merekomendasikan pemerintah untuk mempercepat redistribusi aset dan akses untuk meningkatkan penguasaan aset masyarakat bawah dan memberikan alat untuk berproduksi, mempercepat pelaksanaan kebijakan dana desa, sehingga masyarakat bawah bergerak.
Pemerintah juga diimbau fokus memperkuat UKM dan IKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional, serta menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
(Sah)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
