Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube Habitat For Humanity Indonesia
Dream - Prudential Indonesia telah menyelesaikan tahap pertama Program Desa Maju Prudential, sekaligus meresmikan dimulainya pembangunan rumah serta fasilitas umum tahap ke dua.
Bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia, Desa Maju Prudential merupakan program unggulan Community Investment Prudential Indonesia yang sudah berjalan selama dua tahun bagi masyarakat di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Untuk menandai penyelesaian program tahap pertama, Prudential Indonesia melakukan serah terima 63 unit rumah beserta toilet baru yang layak, pembangunan dua sumber air bersih beserta 272 meter sistem drainase, dan pemasangan 37 unit fasilitas cuci tangan portabel.
Selain itu, diselenggarakan juga Training WASH (Water, Sanitation and Hygiene) untuk 128 orang dan Training Konstruksi Dasar, Rumah Sehat untuk 51 orang, serta pendistribusian paket alat kebersihan diri untuk 617 keluarga dan voucher sembako untuk 562 keluarga.
Program Desa Maju Prudential ini juga turut melibatkan para relawan Prudential yang akrab dipanggil PRUVolunteers yang akan banyak terlibat dalam program tahap kedua.
PRUVolunteers akan melanjutkan pembangunan 50 rumah, dua sumber air bersih, 25 konstruksi toilet rumah tangga, pemberian pelatihan WASH (Water, Sanitation and Hygiene) dan Konstruksi Dasar dan Rumah Sehat untuk para warga Desa Mauk.
Yang berbeda dengan tahap sebelumnya, di tahap ke dua ini Program Desa Maju akan merenovasi fasilitas pendidikan di dua sekolah, termasuk laboratorium komputer, toilet sekolah, perpustakaan, dan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Michellina L. Triwardhany (Dhany), Presiden Direktur Prudential Indonesia, mengatakan, perusahaan memiliki komitmen jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui beragam produk dan inisiatif yang dimiliki.
Program Desa Maju ini merupakan salah satu dari inisiatif yang kami lakukan dan berdampak langsung dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakat, dengan total valuasi yang didistribusikan untuk tahap pertama dan kedua mencapai hampir Rp10 miliar.
" Untuk itulah, kami berkomitmen untuk terus melanjutkan sekaligus memperluas cakupan program ini," jelas Michellina.
Program Desa Maju ini telah dimulai sejak 2 tahun lalu dan mengumpulkan total donasi sebesar Rp2 miliar melalui partisipasi masyarakat melalui event PRURide Indonesia 2021 Virtual Ride.
Pada event tersebut, Prudential Indonesia telah mendonasikan sebesar Rp2.600 untuk setiap kilometer yang dicapai oleh masing-masing peserta untuk mendukung perbaikan kesehatan dan kesejahteraan keluarga di Desa Mauk.
Susanto, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia mengatakan, sangat mendukung inisiatif Prudential Indonesia untuk membangun dan memperbaiki kehidupan keluarga berpenghasilan rendah di salah satu wilayah yang sangat membutuhkan perhatian dalam pemenuhan kebutuhan rumah layak huni, akses air bersih, dan akses sanitasi layak di Indonesia.
Inisiatif ini selaras dengan misi Habitat for Humanity Indonesia untuk membangun fondasi kehidupan, rumah layak dan mendukung program pemerintah “ 100-0-100”, yaitu pemenuhan 100 persen akses layak air minum, pengurangan kawasan kumuh menjadi 0 persen, dan pemenuhan 100 persen akses sanitasi layak.
Evi Yunarti, salah satu penerima bantuan unit rumah dari program ini sangat mengapresiasi atas terlaksananya program Desa Maju Prudential.
" Dua tahun yang lalu, kami para warga Desa Mauk tinggal di rumah yang terbuat dari bilik bambu dan sulit mengakses air bersih. Kini kami memiliki atap bagi keluarga kami, rumah layak huni. Tentu membuat kami untuk menjadi lebih produktif sehingga dapat mewujudkan taraf hidup yang lebih baik," ujar Evi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya