Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber: The NextDev)
Dream - Dianggap menguntungkan, terutama di tengah perkembangan teknologi yang makin maju, startup kian banyak bermunculan. Mengusung keunggulan masing-masing, tidak sedikit juga yang hanya bermodal nekat untuk memulai suatu bisnis baru di bidang digital.
Padahal bukan hanya modal saja yang dibutuhkan, tapi juga networking yang luas dan rekan-rekan bisnis yang punya kemampuan masing-masing untuk mengembangkan startup.
Daripada harus bekerjasama dengan orang-orang yang belum lama dikenal, Sahabat Dream biasanya akan membuat keputusan yang lebih mudah, dengan mengajak teman-teman terdekat. Sayangnya, jalinan persahabatan yang cukup lama tidak bisa dijadikan dasar kesuksesan sebuah startup. Hal ini ditegaskan oleh hasil penelitian yang menunjukkan 60-65 persen startup mengalami kegagalan, karena terjadinya konflik internal antara para co-founder.
Biasanya permasalahan ini terjadi karena etos kerja yang berbeda, memiliki perbedaaan visi dan misi, hingga mendahulukan perasaan dan emosi saat berhadapan dengan permasalahan yang ada. Hal ini bisa diperparah dengan masalah yang berkaitan dengan kekayaan intelektual, pembagian keuntungan, hingga hubungan antar rekan bisnis yang hanya didasarkan pada rasa percaya.
Jangan sampai konflik yang terjadi dengan teman-temanmu berdampak buruk bagi kelangsungan startup besutanmu, dan begitu juga sebaliknya. Beruntungnya para peserta The NextDev Academy 2018 yang mendapatkan materi penting yang berkaitan dengan legalitas, yang dibawakan oleh Muhamad Philosophi.
Co-founder Legalku Digital tersebut memberikan materi “Legal: Basic Legal for Startups” untuk menggugah kesadaran para pemilik startup untuk fokus pada aspek legal. Bukan hanya dikaitkan dengan manajemen risiko, tapi juga melindungi startup dari konflik yang terjadi jika ikatan mitra bisnis yang bisa terputus kapan saja. Berbekal founder agreement, diharapkan dapat menentukan hubungan kerja profesional dan membantu mencegah perselisihan internal yang bisa mempengaruhi kelangsungan bisnis.
Ingin tahu lebih banyak? Simak ulasan selengkapnya di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya