Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Reski Damayanti. Foto: Unilever.co.id
Dream - Direktur Legal sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Reski Damayanti, mengumumkan pengunduran dirinya. Hal ini diketahui dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pengunduran diri Reski Damayanti efektif per 31 Oktober 2022. Reski beralasan, pengunduran diri ini karena alasan pribadi.
" Tidak ada dampak yang signifikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau
kelangsungan usaha Perseroan," tulis Reski, Selasa 4 Oktober 2022.
Pengunduran diri tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang tanggal penyelenggaraannya akan diumumkan lebih lanjut oleh Unilever Indonesia.
Menurut laman Unilever, Reski adalah warga negara Indonesia yang lahir dan berdomisili di Jakarta. Ia merupakan lulusan Sarjana Hukum dan Magister Hukum di Universitas Indonesia.
Reski diangkat sebagai Direktur pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 25 November 2020.
Pada Januari 2016, Reski bergabung dengan Unilever Indonesia dan telah memegang beberapa jabatan senior antara lain Legal Business Partner for Home Care SEAA dan Head of Legal Indonesia.
Sebelum bergabung dengan Unilever, ia telah menduduki posisi senior in-house counsel di beberapa Perusahaan Multinasional dan juga mengawali kariernya di firma hukum di Jakarta.
Dream - PT Unilever Indonesia Tbk baru saja merayakan hari jadi yang ke-88 pada Minggu, 5 Desember 2021. Pada momen istimewa ini, Unilever juga memberikan penghargaan kepada 10 sosok Every U Does Good Heroes.
Masing-masing dari kesepuluh orang tersebut akan menerima micro grant sebesar Rp30 juta untuk mengembangkan proyek mereka, disertai pembinaan lanjutan secara intensif dari para mentor dan tim Unilever Indonesia.
Program Every U Does Good Heroes mulai diluncurkan tahun ini pada bulan Agustus 2021 silam. Para partisipan dapat mengajukan program yang berhubungan dengan isu lingkungan hingga isu sosial.
“ Tujuan Unilever sejak dulu tidak pernah berubah, yaitu menjadikan kehidupan berkelanjutan sebagai hal yang lumrah bagi semua orang. Semoga Unilever Indonesia mampu untuk terus mewujudkan komitmen menjadi perusahaan yang senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakatdan juga lingkungan," ujar Kristy Nelwan, Head of Communication PT Unilever Indonesia dalam keterangan tertulis, belum lama ini.
Hal ini salah satunya terwujud melalui program Every U Does Good Heroes. Program yang diselenggarakan sejak Agustus lalu ini bertujuan menemukan sosok-sosok pahlawan masa depan yang mampu menunjukkan kiprah dalam menciptakan Indonesia yang lebih hijau, sehat, sejahtera,adil dan inklusif.
Selama bulan Oktober - November, sebanyak 100 peserta terpilih dari berbagai wilayah di Indonesia dengan tujuan serta program yang paling relevan dan berpotensi untuk berkembang telah mendapatkan rangkaian mentoring yang bermanfaat.
Beberapa mentor yang turut berpartisipasi adalah Mohamad Bijaksana Junerosano yang merupakan CEO & pendiri Waste4Change, Helga Angelina Tjahjadi yaitu pendiri Burgreens & Green Rebel Foods, Stevia Angesty selaku Co-Founder Feelwell Ceramics, Ayu Kartika Dewi sebagai Staf Khusus Presiden RI & Co-Founder Toleransi.id, serta Nicky Clara seorang womanpreneur penyandang disabilitas.
Berikut adalah daftar kesepuluh pemenang, lengkap beserta proyeknya.
1. Ari Gunawan, Bali - Organisasi Precious Island
2. Dicky Dwi Alfandy, Lampung - Gerakan Gajahlah Kebersihan dengan program Marine Debris Ranger
3. Katrin Sovia Ifana Sari Moko, Jakarta - Gerakan Be Home Indonesia
4. Erliana, Jakarta - Komunitas Bersama Lansia
5. Ni Putu Gita Saraswati, Bali - Organisasi Kolaborasi Bumi Indonesia dengan project Menstrucaraka
6. Arif Fajar Saputra, Jakarta - Organisasi NUXCLE dengan program ZUBOARD
7. Sandi Mahendra, Sumatera Utara - Gerakan Terpandu (Tiap Orang Punya Kesempatan
Kedua)
8. Akbar Trio Mahsuri, Jawa Timur - Program Student Interfaith Peace Camp
9. Nissi Taruli Felicia, Jakarta - Komunitas Feminis Themis
10. Diva Asnawi, Jakarta - Organisasi KONEKIN dengan project BISA.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya