BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi IPhone.
Dream – Saat membeli barang di e-commerce atau toko online lainnya, kita memerlukan ketelitian yang ekstra. Ketidaktelitian bisa membuat rugi bandar, seperti dialami pelanggan toko online ini.
Dikutip dari World of Buzz, Rabu 25 November 2020, orang-orang biasanya antusias menyambut pesta diskon e-commerce, misalnya 11.11. Produk-produk yang dijual bisa dikorting hingga 50 persen.
Bayangkan, iPhone dijual seharga 23 ringgit (Rp79.334). Murah sekali, bukan? Apakah produk ini palsu?
Ternyata, tidak. Jika dilihat dengan jelas, ternyata produk itu adalah model untuk iPhone 11, 11 Pro, 11 ProMax. Ada juga keterangan bahwa model ini hanya untuk display toko (dan bukan gadget sebenarnya).
Namun, sayangnya, ada saja yang tidak teliti. Seorang warganet Twitter berakun @jib mengunggah kecerobohan orang-orang dalam membeli dummy tersebut.
“ Saya selalu berpikir bahwa saya orang bodoh. Tapi, ada beberapa orang di luar sana yang ternyata lebih bodoh daripada saya,” cuit dia.

Ternyata, ada orang-orang yang membeli model tersebut tanpa melihat keterangan. Mereka mengira barang yang dijual itu adalah gadget beneran.
Bahkan, ada yang marah-marah saat mengetahui bahwa yang dibelinya adalah ponsel dummy.
“ Ini ponsel palsu dan tidak nyata. Itu hanyalah model ponsel,” tulis seorang pembeli di review.
“ Pengiriman paketnya aman, tapi saya tidak mendapatkan charger dan lainnya seperti yang ada di review. Bahkan, ponsel ini tidak bisa digunakan,” tulis pembeli lainnya.
“ Waktu pengirimannya lama. iPhone tak bisa dinyalakan meskipun berusaha dinyalakan berkali-kali. Penyimpanannya juga sangat buruk,” tulis lainnya.
“ Saya sudah menerima ponsel ini, tapi tidak bisa dinyalakan. Saya membeli dua, tapi tidak bisa dinyalakan semua,” tulis yang lainnya lagi.
Penjual merespons beberapa pembeli yang ceroboh dan bersimpati terhadap pengalaman berbelanja yang membuatnya frustrasi. Penjual menjelaskan bahwa yang dibelinya adalah ponsel palsu. Sudah tentu tidak bisa digunakan.
“ Itu adalah ponsel palsu. Tentu saja tak bisa dinyalakan,” tulis sang penjual.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
