Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Light Rail Transit (LRT) Atau Kereta Listrik Ringan Saat Uji Coba Di Sepanjang Jalur Kelapa Gading-Velodrome, Jakarta (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Dream - Light Rail Transit atau Lintas Raya Terpadu di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (LRT Jabodebek) dijadwalkan akan beroperasi pada Desember 2022.
LRT Jabodebek ditargetkan dapat melayani 100.000 penumpang perhari dengan headway atau waktu tunggu setiap enam menit.
Adapun Stasiun Cawang akan menjadi hub LRT Jabodebek, di stasiun ini diprediksi terjadi pergerakan terbesar sekitar 79.000 pergerakan perhari.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan, kemudahan aksesibilitas dan integrasi antarmoda yang baik menjadi kunci meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum massal, seperti LRT Jabodebek.
Sebab, pembangunan LRT Jabodebek merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah transportasi perkotaan di Jabodetabek.
“ Jabodetabek masih bergelut dengan isu kemacetan, yang penyebab utamanya adalah penggunaan kendaraan pribadi. Untuk itu, kemudahan mengakses dan integrasi antarmoda menjadi kunci,” kata Budi Karya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat 13 Mei 2022.
LRT Jabodebek memiliki panjang lintasan 44,43 kilometer dan 18 titik stasiun pemberhentian. Waktu tempuh yang lebih cepat, kepastian jadwal, dan kenyamanan dalam LRT menjadi keunggulan yang diharapkan membuat masyarakat beralih ke transportasi umum.
Pada tahun 2015 Presiden Joko Widodo telah melakukan groundbreaking pembangunan LRT Jabodebek untuk menandai dimulainya pembangunan LRT Jabodebek.
“ Pemerintah menargetkan LRT Jabodebek dapat beroperasi pada tahun 2022 ini,” ujarnya.
Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian, Harno Trimadi, menambahkan, Kemenhub akan memfasilitasi 3 pihak pengguna LRT, yakni pejalan kaki dan pesepeda, pengguna angkutan umum lain, dan pengguna angkutan pribadi.
Oleh karenanya, LRT Jabodebek akan diintegrasikan dengan Stasiun Kereta Cepat di Halim.
Untuk memudahkan akses menuju Stasiun LRT Jabodebek, akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung. Seperti akses jembatan, tangga, eskalator, lift, ataupun jangka panjang seperti park and ride, perbaikan geometri jalan, dan pelebaran jalan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya