Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Olimpiade menjadi ajang bergengsi bagi negara-negara untuk menorehkan prestasi mereka di bidang olah raga. Tak heran, mereka mengiming-imingi bonus uang bagi atlet yang berhasil meraih medali di olimpiade.
Tujuannya tentu membuat para atlet terpilih termotivasi untuk meraih gelar juara.
Salah satunya, Indonesia. Pemerintah Indonesia menjanjikan bonus Rp5 miliar bagi peraih medali emas di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil. Bonus inilah yang akan didapatkan oleh peraih medali emas bidang bulu tangkis, pasangan Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir. Rupanya, bonus bagi atlet Indonesia ini disebut-sebut termasuk yang terbesar di dunia.
Benarkah?
Dilansir dari Fox Sport, Kamis 18 Agustus 2016, rupanya, Indonesia menduduki peringkat kedua terbesar di dunia untuk bonus atlet peraih medali emas di olimpiade. Jumlah bonus bagi atlet Indonesia peraih medali emas sebesar 500 ribu dolar Australia atau Rp5,05 miliar.
Angka ini lebih banyak daripada bonus medali emas yang diberikan Azerbaijan yang sebesar 333 ribu dolar Australia atau Rp3,3 miliar untuk atlet mereka.
Tapi, bonus emas yang diberikan Indonesia ini kalah besar daripada Singapura. Negara ini menjanjikan bonus sebesar 983 ribu dolar Australia atau Rp9,94 miliar bagi atlet mereka yang sukses menyabet emas.
Berikut ini adalah daftar 10 negara yang memberikan bonus bagi atlet olimpiade yang berhasil menyabet emas.
© Dream
Dream - Selain Tontowi dan Liliyana, para peraih medali emas di ajang Olimpiade 2016 juga mendapat durian runtuh.
Berikut adalah 10 negara pemberi bonus bagi para peraih medali emas Olimpiade 2016:
1. Singapura: 983 ribu dolar Australia (Rp9,94 miliar)
2. Indonesia: 500 ribu dolar Australia (Rp5,05 miliar)
3. Azerbaijan: 333 ribu dolar Australia (Rp3,3 miliar)
4. Kazakhastan: 300 ribu dolar Australia (Rp3,03 miliar)
5. Italia: 242 ribu dolar Australia (Rp2,24 miliar)
6. Perancis: 86 ribu dolar Australia (Rp869,76 juta)
7. Rusia: 80 ribu dolar AS (Rp809,08 juta)
8. Afrika Selatan: 47 ribu dolar Australia (Rp475,33 juta)
9. Jerman: 26 ribu dolar Australia (Rp262,92 juta)
10. Kanada: 20 ribu dolar Australia (Rp202,27 juta)
© Dream
Dream – Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade 2016 di Rio de Janerio, Brazil. Pasangan ini pun mendapatkan bonus miliaran rupiah dari pemerintah.
Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan tunjangan puluhan juta per bulan.
“ Medali emas mendapatkan tunjangan per bulan Rp20 juta, perak Rp15 juta, dan perunggu Rp10 juta. Seumur hidup,” kata Menteri Pemuda dan Olah Raga Indonesia, Imam Nahrawi, di Jakarta dilansir dari Merdeka.com.
Sekadar informasi, pasangan ini berhasil menekuk duet ganda campuran bulu tangkis Malaysia, Chang Peng Soon-Gooh Liu ying dua set langsung dengan skor 21-14 dan 21-12. Medali emas yang diraih Tontowi dan Liliyana ini menjadi yang pertama bagi Indonesia di Olimpiade 2016.
Prestasi dua orang ini mendapatkan banyak apresiasi dari public, termasuk dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam akun resmi Twitternya, Jokowi, @jokowi, menuliskan ucapan selamat bagi ganda campuran ini.
“ Akhirnya, kita dengar Indonesia Raya di Olimpiade Rio 2016. Medali emas dari Tontowi Ahmad&Liliyana Natsir. Selamat! –Jkw,” tulis Jokowi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya