Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jusuf Hamka (Foto: Instagram @jusufhamka)
Dream - Jusuf Hamka, pengusaha yang menjadi pemilik perusahaan jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Persada dikenal sebagai sosok dermawan. Semenjak memutuskan menjadi mualaf, Jusuf mendirikan beberapa masjid dan membantu pembangunan mushola.
Kedermawanan pria kelahiran 5 Desember 1957 ini kepada orang-orang yang membutuhkan memang sudah diketahui banyak orang. Namun Jusuf Hamka selalu berusaha ada pelajaran yang dipetik dari bantuan yang diberikan. Salah satunya diperlihatkan saat dia memberikan makan berupa nasi kuning kepada masyarakat membutuhkan.
Namun Jusuf Hamka tidak memberikan nasi kuning itu secara gratis. Dia tetap meminta masyarakat membayar senilai Rp3 ribu untuk satu porsi nasi kuning.
Mengutip laman Merdeka.com, Senin, 20 Desember 2021, Jusuf Hamka sengaja mematok harga nasi kuning untuk mencegah adanya orang tidak berhak yang ikut mengambil jatah nasi kuning.
" Kalau dikasih gratis nanti yang tidak lapar, tidak membutuhkan, ikut ambil. Bayar Rp3 ribu harus makan di tempat karena masyarakat kita cukup pandai. Nanti beli 3 ribu dijual lagi 6 ribu. Yang benar membutuhkan enggak kebagian," ungkap Jusuf Hamka.
Konsep yang dijalankan bos jalan tol ini ternyata memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat. Salah satu buktinya terlihat pada seorang konsumen di Kantor PMI DKI Jakarta yang terletak di Jalan Kramat Raya.
Dia menceritakan seorang tukar parkir awalnya memberi nasi bungkus dan makan di tempat sesuai yang disyaratkan. Setelah lima menit usai menyelesaikan makannya, tukang parkir tersebut datang kembali ke warungnya.
Namun kali ini berbeda. Tukang parkir itu justru membawa pengalaman yang membuat Jusuf Hamka bahagia dengan konsep nasi kuning Rp3.000-nya.
Tukang parkir itu ternyata mengajak seorang kakek renta untuk makan di tempat Jusuf Hamka. Rupanya dia sedang bersedekah kepada si kakek dengan mentraktirnya makan nasi kuning.
" Saya lihat konsep sedekah ini bermanfaat, jadi ajang sedekah di antara mereka," kata Jusuf Hamka.
Rupanya nasi kuning tersebut tidak dibuatnya sendiri. Jusuf Hamka membelinya dari warung-warung atau UMKM yang ada di sekitar. Karena menurutnya, warung atau UMKM di sekitar juga harus diberdayakan.
" Konsepnya nasi kuning dibeli dari warung di sekitar, harus diberdayakan. UMKM dagang nasi cari nafkah, buat anak sekolah. Kalau kita cari barokah. Kalau kompetisi sama kita enggak laku, kalau begitu yang ada nanti sumpah serapah ke kita," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya