Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Sejak pandemi Covid-19, belanja online sudah menjadi bagian dari hidup banyak orang. Memesan produk atau jasa secara online benar-benar semudah menekan tombol pada layar ponsel.
Tapi, Sahabat Dream patut berhati-hati karena penipu berkedok jualan online masih banyak terjadi, terutama saat membeli barang bermerek. Seperti kisah seorang wanita di Singapura berikut ini.
Dikutip dari World of Buzz, Senin 20 Desember 2021, wanita bernama Jesshang membayar mahal untuk membeli sebuah tas mewah dari merek ternama Chanel melalui platform jual beli online Carousell.
Jesshang mengaku membeli tas Chanel seharga SG$6.800 atau setara dengan Rp71,6 juta. Harga ini tergolong murah, karena tas Chanel bekas lainnya biasa dijual dengan harga SG$8.400 sampai SG$12.895 atau sekitar Rp88 juta sampai Rp135 juta
Saat membeli, si penjual yang bernama Jenny menulis bahwa kondisi tas Chanel Jumbo Classic Double Flap Bag tersebut masih 99 persen baru dan asli. Bahkan, si penjual juga menyediakan kantong tas, nota pembelian, dan kartu yang membuktikan keaslian tas tersebut.
Jesshang awalnya sempat menawar harga tas Chanel tersebut. Namun, ia hanya mendapatkan pengurangan harga SG$100 atau Rp1 juta. Hal ini dikarenakan Jenny mengaku membeli tas Chanel itu di Paris pada Mei 2019.
Jesshang yang percaya pada Jenny akhirnya setuju dan membeli tas tersebut. Namun, baru-baru ini Jesshang mengetahui bahwa tas tersebut palsu saat akan menjualnya kembali. Ia membawa tas itu ke toko bernama Luxury Corner, dan pegawai di sana memberitahu Jesshang bahwa tas Chanel miliknya palsu.
Jesshang pun langsung menghubungi si penjual setelah sadar dirinya ditipu. Namun, si penjual menolak mengembalikan uang Jesshang. Sebaliknya, penjual tersebut malah menjawab bahwa ia sudah memakai semua uang hasil penjualan dulu.
Sejak mengalami insiden penipuan tersebut, Jesshang dikabarkan telah melaporkannya ke polisi. Meski begitu, tidak diketahui apakah Jesshang akan berhasil mendapatkan uangnya kembali setelah membeli tas Chanel palsu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya