Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
Para Perempuan Pebisnis Di Daftar 50 Orang Terkaya Indonesia
Dream - Kalangan orang terkaya di Indonesia tak melulu dihuni oleh para pebisnis pria. Kiprah perempuan pebisnis di Tanah Air tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka menjadi pemimpin dibisnisnya bahkan sudah berkiprah sampai puluhan tahun.
Mengutip daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes yang baru rilis beberapa hari yang lalu, terdapat tiga perempuan pebisnis yang dilaporkan memiliki harta hingga puluhan triliun rupiah.
Mereka tersebar di berbagai bidang usaha mulai dari farmasi, teknologi informasi, sampai pertambangan dan investasi.
Berikut Dream telah merangkum daftar tiga wanita terkaya di Indonesia di daftar 50 Orang Terkaya Indonesia versi Forbes.
1. Marina Budiman

Marina Budiman merupakan pendiri dan presiden komisaris PT DCI Indonesia. Namanya menempati urutan ke-30 dari 50 daftar orang terkaya di Indonesia.
Marina mengawali karirnya dengan Otto Toto Sugiri yang ada di daftar ke-19 orang terkaya di Indonesia, pada tahun 1985 di perbankan. Lalu empat tahun kemudian, Marina bergabung dengan Sigma Cipta Caraka. Ia kemudian mendirikan penyedia layanan internet Indonet pada tahun 1994.
Kemudian mendirikan Indonet, penyedia layanan internet pertama di Indonesia, pada tahun 1994. Forbes melaporkan Marina memiliki harta sebesar US$1,5 miliar atau setara dengan Rp21,5 triliun

(Arini Subianto, Foto: dsn.co.id)
Arini Subianto adalah putri sulung dari Benny Subianto. Ia kemudian mengambil ahli bisnis setelah ayahnya meninggal pada 2017 silam. Arini Subianto kini menjabat sebagai Presiden Direktur Persada Capital Investama.
Portofolio Persada termasuk saham minoritas di raksasa batubara Adaro Energy.Arini telah berinvestasi di startup teknologi melalui Persada sejak 2017.
Ia mengawasi investasi produk pengolahan kayu, kelapa sawit, karet dan batu bara. Harta kekayaan Arini Subianto tercatat mencapai US$975 juta atau setara Rp14 triliun triliun.
Hal ini membuat Arini berada di urutan 44 orang terkaya di Indonesia versi Forbes dan urutan kedua wanita terkaya Indonesia 2021.

(Shandy Thema bersama Kartini Muljadi, Foto: Fimela.com)
Nama Kartini Muljadi sudah tidak asing di dunia Farmasi. Ia merupakan pemilik dari salah satu grup farmasi terbesar di Indonesia PT Tempo Scan Pasific dan firma hukum Kartini Muljadi & Rekan.
Putranya Handojo mengundurkan diri dari direktur utama di Tempo Scan pada 2020 setelah 25 tahun dan sekarang menjabat sebagai komisaris utama.
Muljadi juga meluncurkan buku tentang batik, gambar tradisional Indonesia di atas kain, pada hari ulang tahunnya yang ke-87 pada tahun 2017. Kekayaan wanita 91 tahun ini mencapai US$695 juta atau hampir Rp10 triliun
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas