Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kantor BSI (Shutterstock.com)
Dream - PT Bank Syariah Indonesia Tbk tidak mau ketinggalan untuk memanfaatkan teknologi digital. Tahun depan BSI akan meluncurkan Super APP.
" Target kita sebetulnya Supper App, kita ingin supper app ini segera di launching," kata SEVP Digital & Transaction Banking BSI, Parulian Saragih, saat 4th Indonesia Fintech Summit 2022, Jumat 11 November 2022.
Super App, tambah dia, menjadi touchpoint bank dengan nasabah. " Kita melihat bahwa kita perlu lebih dari satu touchpoint," kata dia.
Selain itu, BSI juga ingin menggenjot bank as a service. Penawaran produk jasa BSI bisa dilakukan melalui channel yang lain.
" Touchpoint itu tidak perlu punya kita, bisa jadi punya partner-partner kita. Makanya bank as a service nya ingin push. Sehingga, penawaran produk jasa-jasa kita itu bisa lewat channel yang lain juga. Itu dua hal jadi kunci kita," papar dia.
Menurut Parulian, Super App tidak diluncurkan tiba-tiba. Ada beberapa tahap dalam peluncurannya.
" Super App itu cuma hasilnya aja di depan, cara kerja kita yang tadinya waterfall jadi agile. Nanti punya resource sendiri, terus kemudian punya digi lab sendiri, kemudian fitur-fitur kita update 4-6 minggu misalnya," kata dia.
Dengan BSI ingin membuat fitur di dalam Super App ini lebih baik dari yang sekarang. Sehingga di balik Super App itu ada pekerjaan yang besar.
" Itu bisa diapresiasi ketika sudah launch, UI UX Insyaallah lebih baik dari yang sekarang, bank as a service lebih baik dari yang sekarang," tutur Parulian.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya