Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
Shan Jiuliang, Seorang Direktur Perusahaan Komoditas Tiongkok Diseret Investor (Dailymail.co.uk)
Dream - Kecemasan mulai menghantui investor setelah perlambatan ekonomi dunia perlahan-lahan melanda sejumlah negara. Seorang pimpinan perusahaan trading bursa komoditas di Tiongkok menjadi salah satu korbannya.
Cemas dengan kondisi yang semakin suram, sejumlah investor yang dipenuhi amarah menyerbu sebuah hotel mewah di Shanghai. Targetnya Shan Jiuliang, seorang direktur bursa komoditas logam Tiongkok.
Pendiri Fanya Metal ini digelandang masa yang diselimuti amarah ke kantor polisi setempat. Alasannya, Fanya Metal telah ikut memicu keruntuhan ekonomi Tiongkok.
Masalah yang dialami Tiongkok saat ini memang telah mengganggu pasar keuangan global.
Investor bursa kemungkinan bakal dihadapi masalah lain setelah bursa saham Asia berjatuhan. Keputusan pemangkasan suku bunga tak cukup ampuh menstabilkan perekonomian yang melambat.
Situs media sosial Weibo memperlihatkan Jiuliang digelandang sejumlah pria dan wanita menuju sebuah mobil yang sudah dipersiapkan.
Dalam sebUah foto tampak Juliang tersungkur ke lantai di tengah kerumunan masa yang marah.
Para investor dilaporkan marah besar karena mereka tak bisa mengambil uang yang tersimpan di Ri Jin Bao, salah satu perusahaan pembuat produk derivatif.
Investor dijanjikan akan mendapatkan kembali uangnya setiap saat. Namun Fanya telah membekukan dananya sejak April lalu.
Situs Quartz melaporkan rencananya penangkapan ini sudah beredar di sejumlah aplikasi pesan dan situs media sosial seperti Weibio.
Saat ni, Juliang sendiri sudah dibebaskan tanpa tuntutan. Dalam keterangan tertulisnya, Fanya menyangangkan aksi kekerasan dan hanya menghambat upaya perusahaan menyelesaikan krisis yang terjadi. (Ism)
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya



Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini