Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Foto: Pertamina.com
Dream - Kesadaran untuk menyelamatkan Bumi dari pemanasan global semakin berkembang di kalangan pelaku usaha. Tak lagi berfokus mencari keuntungan, banyak perusahaan mulai menginvestasikan dananya dalam menghadirkan tata kelola usaha yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutkan.
Upaya yang sama juga dilakukan oleh raksasa perusahaan Migas nasional, PT Pertamina (Persero). Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan transisi energi adalah kunci untuk mencegah bencana pemanasan global dan perubahan iklim.
Namun, Nicke mengingatkan, usaha melakukan transisi energi ini tidak boleh mengganggu agenda pembangunan yang belum selesai di negara-negara berkembang.
Apalagi, rata-rata konsumsi energi, pengeluaran emisi dan pendapatan per kapita negara-negara berkembang pada umumnya berada di bawah negara-negara maju.
“ Negara-negara maju harus mendukung negara-negara berkembang dalam transisi ke energi berkelanjutan jika dunia ingin memiliki peluang untuk memenuhi target pemanasan global,” ujar Nicke dikutip dari laman Pertamina.com, Senin, 18 Juli 2022.
Sebagai BUMN Energi, imbuh Nicke, Pertamina telah mengalokasikan belanaj modal (Capital expenditure/ Capex) sebesar 14 persen dari total dana investasi untuk menyukseskan transisi energi di Indonesia.
Belanja modal yang dialokasikan Pertamina ini jauh lebih tinggi dari rata-rata investasi perusahaan energi dunia untuk energi terbarukan yang mencapai 4,3 persen.

Nicke mengatakan mengatasi perubahan iklim merupakan salah satu strategi Sustainability Pertamina. Perusahaan selama ini memancangkan target penurunan emisi 30 persen pada tahun 2030, atau di atas target NDC Indonesia pada tahun 2030.
" Tercatat selama 2010 – 2020, kita telah mengurangi 6,8 Juta Ton CO2 Equivalent (MmtCO2E) atau 27 persen dari 26 persen baseline 2010,” imbuh Nicke.
Nicke, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Task Force Energy, Sustainability, and Climate B20 menambahkan, transisi energi harus direncanakan dengan baik untuk memastikan keamanan energi dan aksesibilitas energi bagi seluruh masyarakat tetap terjaga.
Namun, diakui Nicke, transisi energi membutuhkan teknologi dan biaya yang besar. Kondisi ini mendorong Pertamina untuk terbuka pada beragam bentuk kemitraan dan kolaborasi untuk mendorong inovasi dan menurunkan biaya teknologi.
“ Ambisi Pertamina adalah menjadi perusahaan energi global terkemuka dan bereputasi baik serta diakui sebagai perusahaan yang menerapkan prinsip-prinsip ESG secara terintegrasi,” pungkasnya.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?