Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam
Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, menyoroti kasus penemuan Pertamax oplosan yang melibatkan PT Pertamina dan sub-holdingnya. Ia menegaskan bahwa permintaan maaf dari pihak Pertamina saja tidak cukup untuk mengatasi dampak yang telah dirasakan oleh konsumen.
" Kasus Pertamax oplosan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan permintaan maaf, seolah-olah semua kesalahan Pertamina langsung terhapus. Lalu bagaimana dengan kerugian yang dialami konsumen? Apakah Pertamina memiliki inisiatif untuk memberikan ganti rugi kepada mereka?" ujar Mufti Anam dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Pertamina dan sub-holdingnya di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (11/3).
Mufti Anam juga menekankan bahwa konsumen membeli bahan bakar bukan untuk dikonsumsi langsung, melainkan digunakan dalam aktivitas sehari-hari seperti perjalanan dari rumah ke tempat kerja. " Saya tidak bisa membayangkan jika oksigen juga dikelola oleh Pertamina, bisa jadi malah dioplos dengan karbon dioksida," tambahnya.
Sebagai solusi, legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur II ini mengusulkan agar Pertamina memanfaatkan aplikasi MyPertamina sebagai sarana pemberian kompensasi kepada konsumen yang terdampak.
" Netizen banyak memberikan masukan yang masuk akal. Misalnya, bagaimana jika Pertamina mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan memberikan Pertamax gratis selama setahun? Itu mungkin sulit dilakukan. Tapi bisa saja diganti dengan pemberian gratis selama seminggu atau sebulan. Atau ada langkah lain yang bisa diambil agar rakyat merasa ada usaha dari Pertamina untuk memperbaiki keadaan dan menunjukkan permintaan maafnya secara konkret," ujarnya.
Mufti Anam berharap Pertamina segera mengambil langkah nyata guna menjaga kepercayaan publik dan memulihkan integritasnya di mata masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Pertamina juga diminta untuk menjelaskan secara rinci upaya yang akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya