Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini, Saat Menyerahkan Bantuan Usai Pertemuan Dengan Dinas Ketenagakerjaan Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (13/3/2025). Foto: Agung/vel
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyoroti semakin meluasnya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor tekstil di berbagai wilayah. Ia menilai bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan kondisi ini adalah maraknya barang impor, baik yang masuk secara resmi maupun ilegal, yang mengakibatkan produk tekstil lokal sulit bersaing di pasar.
" Kami telah menerima banyak laporan terkait PHK di sektor tekstil, khususnya di daerah dengan banyak pabrik padat karya. Penyebab utamanya jelas, yaitu lonjakan barang impor, baik yang berstatus legal maupun ilegal, yang masuk ke pasar domestik sehingga produksi dalam negeri menjadi tidak kompetitif," ujar Yahya setelah mengadakan pertemuan dengan Dinas Ketenagakerjaan Kepulauan Riau (Kepri) pada Kamis (13/3/2025).
Ia menekankan bahwa DPR RI telah berulang kali meminta pemerintah dan kementerian terkait untuk bersinergi dalam mengendalikan masuknya barang impor ilegal, terutama dari China.
" Kami telah berulang kali menyampaikan keberatan agar kebijakan pengendalian impor tekstil diperketat. Jika tidak segera diatasi, industri lokal akan semakin terpuruk, dan jumlah PHK bisa terus meningkat," tegasnya.
Meski di Batam sendiri belum ditemukan adanya PHK massal karena mayoritas industri di kota tersebut bergerak di bidang elektronik, Yahya tetap mengingatkan bahwa ancaman PHK di sektor tekstil harus segera ditangani sebelum dampaknya semakin meluas.
" Di Batam memang tidak ada PHK karena industrinya lebih banyak berfokus pada elektronik. Namun, di daerah lain yang memiliki banyak pabrik tekstil, situasinya sangat mengkhawatirkan. Jika impor tidak segera dikendalikan, industri tekstil dalam negeri bisa terancam punah," tambahnya.
Dengan meningkatnya tekanan terhadap industri tekstil nasional, DPR RI mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan konkret guna membatasi impor barang tekstil serta memperkuat kebijakan perlindungan bagi industri dalam negeri agar tetap mampu bersaing di pasar.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya