BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Cerita TKI Di Mekkah Banting Stir Jualan Mi Ayam Usai Dipecat (Youtube Alman Mulyana)
Dream - Jika dipecat dari perusahaan, bukan berarti tak ada harapan untuk mencari uang. Tengok saja kisah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Mekah, Arab Saudi, yang justru lebih sukses setelah dipecat dari perusahaannya.
TKI tersebut bernama Dedi yang kini banting setir mengelola bisnis kuliner. Dedi punya banyak akal untuk mencari pundi-pundi riyal meskipun tidak lagi menjadi pekerja.
" Kalau dibandingkan dengan sekarang ya gedean yang ini kang," ungkapnya dikutip dari Youtube Alman Mulyana.
Sebenarnya, jualan tersebut berawal dari keisengan Dedi usai diberhentikan dari perusahaan. Tak disangka banyak yang meminati masakan mi ayamnya.
Dia memanfaatkan keahlian memasaknya untuk berjualan kuliner Indonesia secara online di Mekah.
" Iya saya online (jualan kuliner) tapi sekarang ini sudah mulai enggak tertampung. Karena banyak sekali ini (pesanan)," kata dia.

Salah satu makanan Indonesia yang paling banyak dipesan adalah mi ayam. Dia juga menyediakan nasi bakar dan menu lainnya.
" Ini saya mi nya bikin sendiri ini kang. Sawinya juga sawi beneran yah ini. Terus ini ada juga lontong sayur," ungkap Dedi kepada Alman.
Dedi mengaku penghasilannya kini lebih banyak daripada saat menjadi pegawai. Tercatat dia meraup cuan dari bisnis kuliner sebesar 600-800 riyal per hari atau Rp2,4 juta hingga Rp3,2 juta per hari.

Jika dihitung selama sebulan 30 hari, maka penghasilan bisnisnya sekitar Rp72 juta hingga Rp96 juta per bulan. Jumlah ini jauh lebih banyak dari gajinya saat menjadi pekerja sebesar Rp17 juta per bulan.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
