Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Bpjs-kesehatan.go.id
Dream - Tahir Foundation, organisasi nirlaba yang didirikan oleh Dato Sri Tahir sekaligus pemilik Mayapada Group, mendonasikan Rp2 miliar untuk peserta JKN-KIS kelas 3 di wilayah Bandung yang tidak mampu dan menunggak.
Donasi ini diberikan agar peserta tersebut dapat kembali mendapat akses perlindungan jaminan kesehatan yang memadai dan produktif demi masa depan yang berkualitas.
" Kami berharap melalui donasi tersebut, peserta mandiri JKN-KIS kelas 3 yang menunggak di Bandung dapat kembali mendapat akses perlindungan jaminan kesehatan yang memadai dan produktif demi masa depan yang berkualitas," ujar Wakil Ketua Tahir Foundation, Jonathan Tahir dikutip dari laman resmi BPJS Kesehatan, Selasa, 22 Maret 2022.
Ia mengatakan donasi tersebut selaras dengan visi-misi Tahir Foundation untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, di mana setiap individu memiliki akses pelayanan kesehatan dan pendidikan yang memadai guna meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti mengapresiasi tindakan Tahir Foundation dan berharap semakin banyak perusahaan dapat ikut serta dalam Program Donasi JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS.
" Apresiasi sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Tahir Foundation atas donasi ini, terlebih dalam situasi pandemi. Semoga bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh pihak untuk ikut bergerak membantu sesama dan mendukung keberlangsungan Program JKN-KIS yang semakin berkualitas," kata Ghufron.
Ia mengungkapkan Pemerintah terus berusaha untuk memastikan setiap warga Indonesia dapat dipenuhi kebutuhan dasar kesehatannya melalui Program JKN-KIS.
" Kami juga telah memberikan keringanan pembayaran tunggakan iuran bagi peserta segmen PBPU dan BP yang menunggak melalui Program Rencana Pembayaran Iuran Bertahap (REHAB) yang bisa diakses di aplikasi Mobile JKN," jelas Ghufron.
Sementara itu, Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengapresiasi donasi yang diserahkan Tahir Foundation kepada peserta JKN-KIS segmen PBPU dan BP kelas 3 yang menunggak di Kota Bandung.
" Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kota Bandung yang menjadi peserta JKN-KIS karena situasi ekonominya masih dalam tahap pemulihan akibat pandemi Covid19. Kami harap Program Donasi ini juga dapat diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain," ujar Yana.
Ia pun menuturkan sampai dengan Maret 2022, capaian kepesertaan JKN-KIS di Kota Bandung tercatat sebanyak 2,47 juta jiwa atau 97,73 persen dari total penduduk Kota Bandung.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya