Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Dahlan Iskan mengaku gagal saat menjabat sebagai Menteri Badan Urusan Milik Negara (BUMN). Dia merasa kinerja BUMN Pangan kurang berkontribusi bagi negara. Menurut dia, negara sebesar Indonesia justru kuat di bidang pertahanan, namun kalah dalam pangan.
" Sebetulnya, saya merasa gagal ketika menjadi menteri adalah ketika mendorong agar BUMN mempunyai perusahaan di bidang pangan yang seraksasa-raksasanya. Karena BUMN milik negara, sedangkan pangan adalah ketahanan negara," ujar Dahlan, dikutip dari Merdeka.com, Senin 18 Mei 2020.
Seharusnya, kata dia, BUMN Pangan memperkuat posisi untuk berkontribusi menjamin kesejahteraan masyarakat. BUMN Pangan tidak boleh lebih kecil jika dibandingkan dengan BUMN di sektor yang berbeda.
" Seharusnya jangan sampai BUMN di bidang pangan lebih kecil dibanding BUMN yang di bidang bisnis pada umumnya yang semua orang sudah bisa melakukan. Ini betul-betul terbalik. Tetapi saya merasa gagal di sini bahkan saya hampir saja menjadi korban di situ," paparnya.
Dahlan mengatakan, BUMN Pangan harus tetap melayani rakyat sebagai suatu badan usaha pertahanan negara. Dia berseloroh bahwa BUMN Pangan tidak boleh kalah dengan Bakso Blok S karena kecil dan jelek.
" Tetapi saya kira ini ide harus tetap hidup bahwa, agak memalukan menurut pendapat saya, kalau BUMN kuat di bidang yang tidak terlalu terkait di bidang ketahanan negara, tetapi sangat lemah dalam bidang yang justru secara langsung terkait dengan kepentingan publik," kata dia.
" Misalnya waktu itu saya prihatin bahwa BUMN di bidang pangan kalah dengan bakso blok S. Saking kecilnya dan saking jeleknya," tutur Dahlan Iskan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya