Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Bank Syariah Indonesia Tengah Melayani Nasabah
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pertumbuhan keuangan syariah di Indonesia bisa berjalan lebih baik jika pelaku keuangan bisa menggandeng generasi milenial. Tingkat literasi keuangan syariah diakui masih lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 38 persen.
Anggota Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tirta Segara, mengutip data Survei Nasional Literasi Keuangan Indonesia Tahun 2019 melaporkan tingkat pengetahuan publik terkait keuangan syariah baru mencapai 8,93 persen.
" Dengan kata lain hanya 9 dari 100 orang dewasa Indonesia yang mengenal produk keuangan syariah dengan baik,” ujar Tirta dalam webinar Menggenjot Akselerasi Keuangan Syariah Di Kalangan Milenial, dikutip dari laman Liputan6.com, Jumat, 25 Juni 2021.
Tirta mengatakan, banyak kaum milenial yang beranggapan produk keuangan syariah hanya diperuntukkan bagi orang tua. Padahal dalam praktiknya, banyak para pelaku ekonomi syariah di Indonesia yang bukan umat Islam dan banyak konsumen muda yang telah ambil bagian dalam keuangan ekonomi Syariah.
Meski masih minim, Tirta menilai generasi milenial ini merupakan potensi besar yang bisa digarap pelaku keuangan syariah. Kelompok milenial dianggap sebagai critical economy player yang dapat berperan dalam mengakselerasi pertumbuhan keuangan jaringan Syariah.
Di sisi lain, kelompok milenial yang melek teknologi juga semakin berkembang karena didukung pertumbuhan digitalisasi sebagai gaya hidup baru dalam bertransaksi generasi milenial.
Berdasarkan survei, sekitar 94 persen milenial Indonesia telah terkoneksi dengan internet. Dari jumlah tersebut, 79 persen milenial sering membuka smartphone 1 menit setelah bangun tidur.
" Kita tentu berharap industri keuangan syariah bisa menangkap potensi ini, dan menjadikan digitalisasi salah satu pilihan model bisnis baru,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, Tirta mengatakan memperkenalkan produk keuangan syariah khususnya kepada kelompok milenial menjadi PR bersama. Generasi milenial yang jumlahnya besar hanya akan berdampak signifikan terhadap perkembangan keuangan syariah apabila mereka memiliki tingkat literasi keuangan syariah yang memadai.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan